Alat Diving Rusak, Dispar Morotai Siap Aktifkan Kembali untuk Dongkrak PAD

MALUTTIMES – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Muksin Soleman mengakui sebagian besar alat diving milik pemerintah daerah saat ini dalam kondisi rusak dan belum dioptimalkan.

Padahal, jika alat diving tersebut berfungsi dan disewakan, sektor ini berpotensi menjadi sumber pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya akan berupaya mengaktifkan kembali diving Morotai. Alat diving sebenarnya ada, tapi sebagian besar sudah rusak,” ujar Muksin, Jumat (06/02/2026).

Ia menjelaskan, Pulau Morotai memiliki sejumlah spot diving yang potensial. Namun hingga kini belum dimaksimalkan lantaran keterbatasan dan kerusakan alat diving yang tersedia.

“Kami akan fungsikan semuanya supaya ada retribusi pariwisata. Karena memang kami ditargetkan untuk meningkatkan pendapatan, terutama dari retribusi tempat wisata dan diving,” katanya.

Muksin juga menyebutkan, aktivitas diving di Morotai telah memiliki komunitas yang dikenal dengan nama Gomo Morotai. Sebagian alat diving berasal dari komunitas tersebut, sementara pemerintah daerah juga memiliki perlengkapan sendiri.

“Alat diving sebagian milik komunitas, sebagian milik pemerintah daerah. Memang banyak yang rusak, tapi masih ada yang bisa digunakan untuk menggenjot pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia menyesalkan kondisi pada tahun 2025, di mana alat diving digunakan oleh wisatawan dari luar daerah, namun hasil pendapatannya tidak masuk ke kas pemerintah daerah.

“Di tahun 2025 itu ada yang mengelola, ada tamu dari luar yang pakai. Tapi pendapatannya tidak masuk ke kami,” sesalnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa terulang di tahun 2026, Dispar Morotai akan memfokuskan pemanfaatan alat diving yang ada agar dikelola secara maksimal dan resmi.

“Kami berupaya tahun ini diving kembali difungsikan, supaya pendapatan dari aktivitas diving bisa masuk ke daerah,” pungkasnya.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *