MALUTTIMES – Bupati Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Ubaid Yakub, menyoroti adanya dugaan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur yang terlibat penyalahgunaan narkoba hingga mencoreng citra pemerintah daerah.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ubaid saat memberikan sambutan pada upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar di halaman Kantor Bupati Haltim, Senin (19/01/2026).
Dalam sambutannya, Ubaid menegaskan bahwa perbuatan tersebut merupakan citra negatif yang tidak patut ditiru dan harus menjadi perhatian serius seluruh ASN.
“Ada citra negatif yang tidak patut kita tiru, dan itu masih terjadi di lingkup pemerintahan kita,” kata Ubaid di hadapan peserta upacara.
Ia mengungkapkan, terdapat staf yang dinilai belum memiliki kesadaran dan diduga sebagai pengguna narkoba. Menurutnya, kasus ini harus dijadikan pembelajaran penting bagi seluruh aparatur pemerintah daerah.
“Ada staf kita yang belum sadar sebagai pengguna narkoba dan itu menjadi pembelajaran berharga bagi kita sekalian,” ujarnya.
Meski tidak menyebutkan identitas staf yang dimaksud, Bupati dua periode itu dengan sikap tegas memerintahkan Sekretaris Daerah bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku bagi ASN.
“Pak Sekda dan Kepala BKD, saya minta staf yang seperti ini diperlakukan sesuai aturan sebagai seorang PNS. Narkoba adalah musuh negara dan musuh dunia, sehingga tidak ada toleransi di jajaran pemerintah daerah,” tegasnya.
Ubaid juga mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur agar menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merugikan, baik secara pribadi maupun institusi.
“Ini patut menjadi perhatian kita semua. Saya minta kepada teman-teman sekalian menjauhi perbuatan itu karena sangat merugikan diri sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ubaid menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat sebagai aparatur pemerintah demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di lingkup Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur,” tandasnya.(raf/red)











