Pemda Morotai Terima Kunjungan Kerja Tim Kawasan Perbatasan Halteng

MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai melalui Bagian Perbatasan menerima kunjungan kerja (Kunker) Tim Kawasan Perbatasan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Kamis (15/01/2025).

Kunjungan yang berlangsung di ruang Bagian Perbatasan, Kantor Bupati Pulau Morotai itu disambut Kepala Badan (Kaban) Perbatasan Pulau Morotai, Sjahrim M. Djen, bersama Asisten I Setda Pulau Morotai, Alfatah Sibua.

Kaban Perbatasan Pulau Morotai, Sjahrim M. Djen, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Kawasan Perbatasan Halteng. Menurutnya, kunker tersebut menjadi bentuk sinergi antar daerah dalam pengelolaan kawasan perbatasan.

“Kunjungan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik. Semoga melalui pertemuan ini kita dapat saling memberi masukan terkait struktur pemerintahan yang saat ini dijalankan,” kata Sjahrim.

Ia menjelaskan, terbentuknya Badan Perbatasan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di Pulau Morotai tidak terlepas dari kerja keras Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua. Selain Badan Perbatasan, Pemda Morotai juga membentuk OPD baru lainnya, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sebelumnya masih melekat pada sekretariat daerah.

“Terbentuknya dua OPD ini tidak lepas dari kerja keras Pak Bupati,” ujarnya.

Sjahrim menambahkan, Badan Perbatasan Pulau Morotai saat ini memiliki empat bidang, yakni Bidang Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara, Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan, Bidang Pengelolaan Kerja Sama Kawasan, serta Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Perbatasan Badan Perbatasan Halmahera Tengah, Eta Embo, mengatakan kunjungan kerja tersebut bertujuan membangun sinkronisasi data struktur pemerintahan serta membandingkan pengelolaan sektor pariwisata Pulau Morotai dengan pengembangan wisata di Halmahera Tengah.

Ia mengaku terkesan dengan perkembangan Badan Perbatasan Pulau Morotai yang dinilai cukup pesat meski baru dibentuk. Menurutnya, Badan Perbatasan Halteng yang telah berdiri selama dua tahun baru memiliki dua bidang.

“Di Halteng hanya ada dua bidang, yakni bidang rencana kawasan perbatasan dan bidang monitoring evaluasi,” ungkap Eta.

Selain itu, ia menilai Badan Perbatasan Pulau Morotai lebih berkembang karena telah memiliki pengelolaan potensi pariwisata dan kelautan, seperti Pulau Dodola, sementara Halteng belum memilikinya.

“Ini sudah yang kedua kalinya kami berkunjung ke Morotai. Morotai ini seperti punya magnet, sehingga kami lebih memilih datang ke sini untuk belajar,” tuturnya.

Eta menambahkan, awalnya tim berencana melakukan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Utara. Namun rencana tersebut berubah karena pengalaman kunjungan sebelumnya ke Pulau Morotai yang dinilai cukup baik.

“Apa yang kami peroleh di sini akan kami terapkan di Halmahera Tengah,” pungkasnya. (iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *