Museum Trikora, Bangunan Bersejarah yang Butuh Perhatian Pemda

MALUTTIMES – Museum Trikora yang berada di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kini membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Bangunan museum yang diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012 itu tampak terbengkalai dan kurang terurus. Padahal, museum bersejarah ini menjadi salah satu lokasi yang hampir setiap hari dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dari pantauan media ini, Jumat (28/11/2025), sejumlah bagian fisik bangunan seperti atap, plafon, dan kaca jendela terlihat mengalami kerusakan dan dibiarkan tanpa perbaikan.

Penjaga Museum Trikora, Muhlis Saramin, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa ketika museum diserahkan dari Kementerian Kebudayaan kepada Pemda Morotai pada tahun 2019, bangunan masih dalam kondisi bagus dan terawat.

“Waktu masih dibawa Kementerian Kebudayaan tahun 2019 bangunannya sangat bagus. Tapi setelah itu mulai rusak dan tak terurus,” ungkap Muhlis.

Ia menjelaskan, kerusakan yang terjadi kini mengancam keselamatan pengunjung. Kaca jendela yang klemnya sudah putus, serta atap dan plafon yang rapuh, sangat rentan jatuh sewaktu-waktu terutama saat angin kencang dari arah laut.

“Yang kita takutkan, kalau tiba-tiba kaca atau plafon jatuh. Klem kacanya sudah putus semua. Kalau angin kencang bisa jatuh,” ujarnya.

Kerusakan pada atap dan plafon juga berdampak pada lantai museum yang sering tergenang air saat hujan. Bahkan, rumput dan lumut mulai tumbuh di dalam area museum akibat lembap.

Mirisnya, meski dalam kondisi memprihatinkan, Museum Trikora tetap menjadi tujuan wisata setiap harinya, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Muhlis juga menyayangkan minimnya perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai yang dinilai kurang serius menangani kondisi museum tersebut. Selain itu, biaya operasional seperti tagihan listrik yang mencapai lebih dari Rp2 juta per bulan menjadi beban tersendiri bagi pengelola.

Olehnya itu, ia berharap Pemda Morotai bersama pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap museum bersejarah ini.

“Jangan jadikan alasan sehingga tidak dihiraukan. Ini milik negara, jadi kita harus jaga sama-sama. Morotai adalah saksi sejarah yang dikenal dunia. Semua ini harus dirawat dan dijaga,” harapnya.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *