GMNI Maluku Utara Minta Kapolda Instruksikan Pengawalan Aksi Mahasiswa Secara Profesional

MALUTTIMES – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara (Malut) menyatakan siap turun ke jalan bersama organisasi kepemudaan lainnya sebagai bentuk aksi kemanusiaan dan solidaritas terhadap tragedi Barakuda pada aksi demonstrasi 28–29 Agustus 2025 di Jakarta.

Ketua DPD GMNI Maluku Utara, M. Idhar Bakri, meminta Kapolda Maluku Utara memberikan arahan dan penegasan serius kepada jajarannya agar aksi kemanusiaan yang digelar GMNI dapat berjalan aman, tertib, dan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, tuntutan masyarakat yang disampaikan lewat aksi mahasiswa harus dikawal dengan baik tanpa mengorbankan nilai-nilai demokrasi maupun kultur masyarakat Jazirah Moloku Kie Raha.

“Aksi ini adalah tindak lanjut dari instruksi DPP GMNI kepada seluruh DPD dan DPC se-Indonesia untuk turun ke jalan secara serentak. Kami ingin menunjukkan solidaritas sekaligus keprihatinan atas kondisi bangsa hari ini,” ujar Idhar Bakri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/08/2025).

DPD GMNI Maluku Utara juga menyerukan kepada seluruh DPC GMNI se-Provinsi Maluku Utara untuk menggelar aksi bersama, sekaligus memberikan ultimatum kepada pemerintah dan DPRD agar senantiasa menegakkan keadilan serta mendengar suara rakyat.

Dalam hasil rapat yang digelar 31 Agustus 2025, GMNI Maluku Utara menegaskan sejumlah poin tuntutan, di antaranya:

1. Pemerintah diminta menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, merespon aspirasi mahasiswa secara terbuka melalui mekanisme partisipatif, rapat dengar pendapat, serta memastikan investigasi independen terhadap kasus dugaan pelanggaran prosedur aparat.

2. Mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin musyawarah nasional dengan mempertemukan tokoh agama, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, serikat pekerja, media, dunia usaha, dan lembaga negara. Musyawarah tersebut harus menghasilkan solusi nyata untuk menutup jurang kesenjangan sosial.

3. Menghimbau masyarakat Jazirah Tul Mulk agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait gerakan mahasiswa, sehingga iklim demokrasi tetap berjalan sesuai nilai Pancasila.

4. Mengingatkan kader GMNI agar menyampaikan aspirasi dengan cara damai, tidak melakukan tindakan separatis, dan menjaga fasilitas publik agar tidak merugikan rakyat sendiri.

5. Meminta Kapolda Maluku Utara memastikan aparat kepolisian mengawal aksi secara profesional, demi menjaga marwah demokrasi dan kultur masyarakat Maluku Utara.

“Peristiwa jatuhnya korban jiwa dalam gerakan aksi di berbagai daerah harus menjadi peringatan keras bagi negara. Aksi GMNI bersama OKP Cipayung nanti adalah wujud komitmen kami sebagai generasi penerus bangsa,” tegas Idhar.

Dengan sikap tersebut, GMNI Maluku Utara berharap aksi yang akan digelar di sejumlah kabupaten/kota dapat berjalan damai, bermartabat, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *