“Jadi begitu terbakar mereka langsung keluar dari rumah, tapi tidak sempat menyelamatkan barang-barang penting mereka,” ucapnya.
Dia memperkirakan kerugian yang dialami akibat kebakaran yang terjadi mencapai puluhan juta rupiah. Sebab barang berharga seperti kulkas, surat-surat tanah dan barang berharga lainnya semuanya ikut terbakar.
“Waktu kejadian, saya orang pertama yang masuk kedalam rumah bahkan sampai dikamar belakang yang awal terbakar itu. Jadi waktu saya mau masuk di kamar belakang itu apinya sudah mulai tersembur keluar, sehingga kami tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka,” ujarnya.
Api yang semakin mengganas membuat warga dari Desa Gotalamo dan Muhajirin kewalahan. Mereka kemudian menghubungi tim pemadam kebakaran.
“Tiga sumur sampai kering, karena airnya diambil warga untuk matikan api. Mobil pemadam kebakaran ini datang terlambat, bikin warga emosi dan melempar mereka dengan batu,” timpalnya.
Terpisah, Kabid Trantip Satpol-PP Pulau Morotai, Musadik Pawane sangat menyesal keterlambatan mereka saat tiba lokasi untuk memadamkan api.
Menurutnya, keterlambatan mereka ini bukan disebabkan karena kelalaian mereka, melainkan persoalan teknis. Dimana mobil pemadam kekabaran yang ada sudah tidak layak untuk digunakan.
“Oto (mobil) damkar ada tiga, dua rusak, satu yang muncul tadi beratnya tiga ton, radiotornya bocor, untuk hidupkan harus didorong. Butuh lebih dari enam tenaga manusia untuk dorong baru hidup. Ini yang menyebabkan kami terlambat datang ke lokasi untuk padamkan api,” sesalnya.