Kanwil DJPb Maluku Utara Gelar Torang Pe APBD Edisi Maret 2023

“Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Maluku Utara sampai dengan 28 Februari 2023 didominasi oleh komponen dana transfer. Sedangkan, Realisasi Belanja APBD Provinsi Maluku Utara didominasi oleh komponen belanja operasi. Sedangkan komponen TKDD sampai dengan 28 Februari 2023 telah disalurkan kepada Pemerintah Daerah di Regional Maluku Utara sebesar Rp1.483,88 Miliar. TKDD tersebut terdiri dari realisasi DBH sebesar Rp376,92 M dan DAU sebesar Rp1.014 Miliar serta DAK Non Fisik sebesar Rp92,17 Miliar,” teranganya.

Mujab juga memaparkan bahwa, dari sisi pendapatan, pada sisi PAD sampai akhir Februari 2023, realisasinya masih di angka 4,10% dari target. Komponen pajak daerah dan retribusi daerah masih terealisasi sebesar 8,22% dan 3,66% dari target sehingga perlu adanya perhatian khusus.

Oleh karena itu, pemda perlu menerapkan strategi-strategi akselerasi yang dimilikinya guna menggenjot dan mengoptimalisasikan pendapatan asli daerah,

Sementara itu, dari sisi belanja, kinerjanya masih juga perlu ditingkatkan karena baru menyentuh 4,78% dari pagu. Hal ini tentunya memerlukan perhatian dari pemerintah daerah guna mengakselerasi pelaksanaan program prioritas agar dapat terlaksana sesuai dengan rencana serta pemerataan penyerapan anggaran untuk menghindari penumpukan realisasi di akhir tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan dari Kementerian Keuangan Satu Maluku Utara juga menjelaskan tentang kondisi terkini perekonomian Maluku Utara.

“Pertumbuhan ekonomi di Triwulan IV Tahun 2022 tercatat sebesar 17,74% (yoy), dengan kontribusi terbesar disumbang oleh sektor pertambangan dan penggalian,” ungkapnya.

Sektor produksi yang mengalami pertumbuhan ekonomi terbesar, sambung Mujab adalah Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 66,35% (yoy). Sektor industri pengolahan masih mendominasi struktur perekonomian di Maluku Utara dengan proporsi 25,76 %. Hal ini disebabkan tingginya aktivitas pada sektor industri pengolahan khususnya tambang. Pertumbuhan industri pengolahan dan pertambangan menyebabkan dampak lain, yaitu terjadi pergeseran sektor ekonomi.

“Jika dilihat perkembangan distribusi PDRB selama 5 tahun terakhir, terjadi penurunan yang signifikan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di sisi lain, terjadi peningkatan sektor industri pengolahan dan pertambangan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *