19 Tahun Mekar Tanpa Taman Makam Pahlawan
Selain HMI, hal ini juga mendapat sorotan dari organisasi Ana Sua Jakarta yang notabenenya adalah putra-putri dari Kepulauan Sula.
Ketua Ana Sua Jakarta, Risman Panigfat mengatakan, pada 17 Agustus sebagai hari bersejarah untuk bangsa Indonesia dan hari besar untuk memperingati para pahlawan yang gugur sebagai bunga bangsa.
Idealnya, pasca pengibaran sang saka Merah Putih, dilanjutkan dengan berjiarah ke makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan yang diberikan mereka.
“Namun berbeda dengan Kepulauan Sula. Pasca dimekarkan pada tahun 2003 hinga hari ini tidak memiliki tempat pemakaman untuk pahlawan. Ini sangat disayangkan,” ucap Risman.(tem)