MALUTTIMES – Bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga wilayah di Kecamatan Ibu dan sekitarnya, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, Rabu (07/01/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga terendam, sejumlah bangunan rusak berat, serta akses jalan utama tertutup material longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, banjir terjadi di sejumlah desa, yakni Desa Duono (Kecamatan Tabaru), Desa Gamlamo, Tongute Ternate Asal, Tongute Ternate, Tahafo, dan Togola Sanger (Kecamatan Ibu), serta Desa Talaga (Kecamatan Ibu Selatan). Sementara itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Gamkonora, Desa Ngawet, dan Gunung Cengki, Desa Ngalo-Ngalo, Kecamatan Ibu Selatan.
Monitoring dampak bencana dilakukan sejak pukul 07.30 hingga 15.50 WIT oleh personel Polsek Ibu yang dipimpin langsung Kapolsek Ibu, Ipda Imam Eko A. Y. Wibowo, S.Tr.K. Selain melakukan pendataan, aparat kepolisian juga turun langsung membantu warga terdampak.
Sejak pagi hingga menjelang siang hari, personel Polsek Ibu bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur, material kayu, dan rumput yang menutup akses jalan serta jembatan di Desa Gamlamo dan Kampung Cina, Desa Tongute Ternate Asal. Upaya ini dilakukan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Sekitar pukul 12.00 WIT, personel Sabhara Polres Halbar dan Polairud Pos Halbar bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Halbar turut bergabung membantu pembersihan material banjir di Kampung Cina, Tongute Ternate Asal. Selanjutnya, pada pukul 13.00 hingga 15.30 WIT, Kapolsek Ibu bersama personel melanjutkan monitoring dampak banjir dan longsor di Desa Talaga dan Desa Ngalo-Ngalo, Kecamatan Ibu Selatan.

Kapolsek Ibu, Ipda Imam Eko A. Y. Wibowo, S.Tr.K., menerangkan, banjir mengakibatkan kerusakan berat pada rumah warga dan fasilitas umum. Di Desa Duono, dua unit rumah warga dilaporkan hanyut bersama seluruh isinya akibat derasnya arus banjir, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Dampak terparah terjadi di Desa Tongute Ternate Asal. Rumah beserta barang dagangan sembilan bahan pokok milik seorang warga hanyut terbawa arus, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp600 juta. Selain itu, sebuah gudang kopra beserta isinya, bangunan pasar ikan, serta sejumlah rumah dan dapur warga juga dilaporkan rusak berat hingga hanyut.
Di Desa Tongute Ternate, dua unit perahu nelayan milik warga hilang terbawa arus banjir dengan kerugian sekitar Rp200 juta. Sementara di Desa Gamsida, Kecamatan Ibu Selatan, satu unit rumah warga mengalami rusak parah akibat bencana tersebut.
Kondisi terkini, kata Kapolsek, air banjir yang sebelumnya merendam permukiman warga dan pertokoan dengan ketinggian antara 1 hingga 3 meter dilaporkan mulai surut sekitar pukul 10.00 WIT. Namun, tanah longsor di Gunung Cengki, Desa Ngalo-Ngalo, masih menutup akses jalan dan mengakibatkan gangguan lalu lintas di wilayah tersebut.
Aparat kepolisian bersama instansi terkait telah mengambil sejumlah langkah penanganan, di antaranya turun langsung ke lokasi bencana, membantu evakuasi barang berharga milik warga, melakukan pendataan kerusakan, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan.
Hingga sore hari, situasi di wilayah terdampak dilaporkan aman dan terkendali. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.(all/red)









