ANTAM Dampingi Warga Binaan TNAL Produksi Coconet, Dorong Konservasi dan Ekonomi Lokal

MALUTTIMES – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara melaksanakan pelatihan produksi coconet bagi warga binaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang tergabung dalam Kelompok Fagalgali.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Coconet merupakan produk olahan dari sabut kelapa yang dimanfaatkan untuk konservasi lahan, pengendalian erosi, serta rehabilitasi lingkungan. Melalui pelatihan ini, ANTAM mendorong masyarakat untuk mengolah limbah organik yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk fungsional yang memiliki nilai ekonomi.

North Maluku, CSR & ER Bureau Head PT ANTAM Tbk, Rachmat Agung Abdillah menyampaikan “bahwa pemanfaatan sabut kelapa sebagai coconet sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat”.

 

“Pelatihan produksi coconet ini kami rancang untuk mendorong masyarakat menjadi pelaku utama konservasi. Selain memberikan manfaat ekologis, pemanfaatan sabut kelapa juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar kawasan hutan,” ujar Agung.

Ia menambahkan bahwa proses produksi coconet menggunakan teknologi sederhana yang mudah diterapkan dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat, sehingga dapat direplikasi secara berkelanjutan.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi warga binaan TNAL sekaligus mendukung upaya rehabilitasi dan perlindungan kawasan konservasi,” tambahnya.

Program ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi. Melalui sinergi bersama pengelola TNAL dan pemangku kepentingan terkait, ANTAM terus mendorong model pemberdayaan yang menciptakan nilai tambah berlapis bagi lingkungan dan masyarakat di Maluku Utara.(raf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *