Setelah seremonial kegiatan penanaman mangrove selesai, dilanjutkan dengan bersih-bersih sampah plastik yang terbagi dua titik; di sekitar pemukiman Desa Kumo
dan lokasi wisata. Para peserta antusias mengumpulkan sampah-sampah plastik yang bertebaran di sepanjang pantai hingga di pemukiman penduduk.
Sampah-sampah plastik yang telah dikumpulkan oleh peserta dimuat di perahu motor dikirim ke Tobelo dan akan dipilah oleh staf Dinas Lingkungan Hidup kemudian dikelola di bank sampah yang tersedia di dinas tersebut.
Gloria M. P. Djurubassa, salah satu dosen pendamping KKN Kolaboratif dari UNIERA menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus digalakkan baik oleh pemerintah daerah, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), korporasi bahkan semua pihak karena sebagian besar masyarakat di Halmahera bergantung hidupnya di laut
sebagai mata pencaharian maupun sumber makanan. Jika ekosistem tidak terjaga dengan baik dan rusak maka akan berdampak langsung bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Yang paling utama dari kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif UGM-UNKHAIR-UNIERA adalah keberlanjutannya bagi Desa Kumo dan masyarakat sekitarnya. Perlu ada edukasi terkait bagaimana menjaga kelestarian alam dan lingkungan, terutama soal sampah dimulai dari anak-anak di pendidikan dasar,” tambah Gloria.
Akhmad Azza Lughfika selaku Ketua Pelaksana kegiatan ini mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini khususnya kepada NHM yang telah menyiapkan 250 bibit mangrove.
“Semoga mangrove yang telah ditanam dapat mencegah abrasi dan menjadi habitat ekosistem pantai yang berkelanjutan. Sekali lagi apresiasi dan terima kasih untuk NHM, semoga dapat terjalin kerjasama dari tim KKN Kolaboratif ini dan NHM lebih baik lagi ke depan,” tutup Azza.(tho/red)