MALUTTIMES – Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, diminta segera mengevaluasi kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 8 Pulau Morotai, Min Djoge, yang diduga jarang masuk sekolah dan tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS.
Permintaan tersebut disampaikan sejumlah guru di SDN 8 Pulau Morotai. Mereka menilai, sejak menjabat sebagai Plt Kepsek sekitar satu tahun lalu, Min Djoge tidak menunjukkan kinerja yang baik sebagai pimpinan sekolah.
“Semenjak menjabat sebagai Plt Kepsek setahun lalu hingga sekarang, yang bersangkutan jarang masuk sekolah dan tidak terbuka dalam pengelolaan dana BOS,” ungkap sejumlah guru, Kamis (09/04/2026).
Menurut mereka, sebagai pimpinan, kepala sekolah seharusnya menjadi teladan bagi tenaga pendidik lainnya. Namun, kondisi yang terjadi justru sebaliknya.
“Kami berharap Bupati dapat mengevaluasi, bahkan bila perlu mencopot Kepsek dari jabatannya,” pinta mereka.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pulau Morotai, Ansar Tibu, mengaku akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke sekolah.
“Saya akan perintahkan staf untuk turun ke sekolah guna memastikan apakah informasi ini benar atau tidak. Jangan hanya berdasarkan laporan sepihak,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau terbukti melakukan pelanggaran, tentu akan ada sanksi, baik berupa teguran maupun tindakan lainnya sesuai ketentuan,” pungkasnya.(iki/red)














