Musrenbang RKPD 2026 Morotai Digelar, Bupati Tekankan Prioritas Kesejahteraan Masyarakat

MALUTTIMES – Pemerintah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati, Selasa (07/04/2026).

Musrenbang tersebut dihadiri Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lingkup Pemda Pulau Morotai.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Sibua menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang ini merupakan kelanjutan dari proses perencanaan partisipatif yang telah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa dan kecamatan hingga forum lintas perangkat daerah.

Menurutnya, berbagai usulan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat yang dihimpun dari desa dan kecamatan telah dibahas secara teknokratis bersama perangkat daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap program dan kegiatan benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan perencanaan ini. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai terus tumbuh dan menguat,” ujarnya.

Bupati Rusli menjelaskan, rancangan RKPD yang disusun harus mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan visi “Morotai Unggul, Adil, dan Sejahtera”.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antar perangkat daerah guna menghindari tumpang tindih kegiatan, serta memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Efisiensi dan efektivitas anggaran harus menjadi perhatian utama. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, aspirasi masyarakat tetap menjadi landasan utama dalam perencanaan, namun harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta prioritas pembangunan jangka menengah dan nasional.

Bupati juga menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum strategis untuk menyatukan persepsi, menyelaraskan program, serta memperkuat komitmen pembangunan daerah secara bersama.

“Saya berharap melalui forum ini, kita dapat menghasilkan rumusan program dan kegiatan yang berkualitas, terukur, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *