PB Fagogoru Kecam Pembunuhan di Banemo–Sibenpopo, Imbau Warga Tahan Diri

MALUTTIMES – Koordinator Presidium PB Fagogoru, Idrus E. Maneke, menyampaikan himbauan resmi menyikapi situasi yang memanas antara masyarakat Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, menyusul dugaan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Dalam pernyataannya, Idrus menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut.

“Perbuatan penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang merupakan tindakan barbar, keji, dan tidak berperikemanusiaan. Ini adalah perbuatan biadab yang tidak dapat dibenarkan dalam nilai agama, adat, maupun kemanusiaan,” tegasnya, Jumat (03/04/2026).

PB Fagogoru juga mendesak aparat kepolisian dan penegak hukum untuk segera bertindak cepat dan profesional dalam mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

“Penanganan yang cepat, terukur, dan transparan sangat penting guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat,” lanjut Idrus.

Selain itu, masyarakat, khususnya warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, diimbau untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang.

“Kami menghimbau dengan hormat agar tidak melakukan tindakan balasan dalam bentuk apa pun. Tindakan emosional hanya akan memperkeruh keadaan dan berpotensi menimbulkan korban berikutnya,” ujarnya.

PB Fagogoru juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian wilayah.

“Marilah kita menjaga stabilitas daerah ini. Kita semua adalah satu dalam bingkai besar Fagogoru yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghormati,” tambahnya.

Di akhir pernyataan, masyarakat diminta untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

“Setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan,” tutup Idrus.

PB Fagogoru berharap situasi dapat segera kondusif dan masyarakat tetap menjaga persatuan demi menghindari perpecahan yang lebih luas.(raf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *