Proyek Sumur Bor di Pasar Gotalamo Tanpa Papan Proyek, Disperindagkop Morotai Akan Tegur Kontraktor

MALUTTIMES – Pekerjaan proyek sumur bor yang berlokasi di Kawasan Pasar Rakyat Gotalamo, Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, diduga tidak memiliki dokumen proyek yang jelas.

Pantauan di lokasi menunjukkan tidak adanya papan proyek, padahal pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi proyek pemerintah tersebut.

Pengawas Lapangan, Suleman Tarajo, membenarkan bahwa hingga kini papan proyek belum terpasang. Ia berdalih, pekerjaan pengeboran baru dimulai pada Minggu (21/12/2025).

“Iya, dikerjakan sejak kemarin. Ini milik pemerintah. Kedalaman sumur bor yang dikerjakan sekitar 35 meter,” kata Suleman, Senin (22/12/2025).

Suleman menjelaskan, proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Pulau Morotai dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

“Target pekerjaan itu 100 hari. Tapi kita kerja belum sampai satu bulan. Yang kerja ini perusahaan milik Pak Pula, nama perusahaannya saya sudah lupa. Pekerjaan sampai pipa masuk ke dalam area pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop-UKM Pulau Morotai, Ramlan Drakel, mengaku akan memanggil pihak kontraktor terkait tidak dipasangnya papan proyek. Namun, ia enggan menyebutkan identitas kontraktor pelaksana.

“Nanti saya tegur pihak yang punya pekerjaan. Tapi ini tinggal pengeboran sumur saja, jadi saya rasa satu dua hari sudah bisa selesai,” tegas Ramlan.

Ramlan menambahkan, proyek sumur bor tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sebesar Rp100 juta.

“Dana baru bisa dicairkan 30 persen. Kalau pekerjaan sudah 100 persen selesai, baru bisa dicairkan penuh. Dan akhir Desember ini harus sudah selesai,” pungkasnya.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *