Dari Stadion Gelora Kie Raha, Cetak Pemain Berkiprah ke Tingkat Nasional

MALUTTIMES – Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara berdiri sejak tahun 1958. Stadion kebanggaan orang Ternate ini pernah menjadi tempat latihan dan berlaga bagi para pesepak bola asal Maluku Utara yang tenar di laga kompetitif tertinggi di Indonesia.

Stadion yang berkapasitas 15.000 penonton itu berada di Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah. Menjadi saksi sejarah para pemain kebanggan khususnya Kota Ternate dan Maluku Utara.

Mereka adalah Ahmad Sembiring, terkenal dengan tendangan cannon ball-nya yang keras ini, pernah berkarir di tim Persiter Ternate hingga Persiba Balikpapan.

Baca Juga:  Empat Caleg di Kepulauan Sula Lapor Dugaan Kecurangan Pemilu ke Bawaslu

Iswan Karim, berposisi sebagai penjaga gawang ini berkarir di tim Persitara sampai Arema Indonesia. Kemudian Fandi Mochtar tim yang dibelanya yakni Persibom, Persiter, Arema Malang dan Persisam Samarinda.

Ada juga Zulham, Zulvin Zamrun, Ilham Udin Armayn hingga Rahmat ‘Poci’ Rivai. Tercatat masih banyak lagi.

Saat dihubungi maluttimes.com, Rahmat ‘Poci’ Rivai yang pernah memperkuat klub-klub top liga di Indoensia seperti Persitara Jakarta Utara, Sriwijaya FC, Persipura, Persegres Gresik ini menjelaskan, beranjak dari Lapangan Gelora Kie Raha sudah mencetak pemain-pemain dari daerah tenar pada tingkat nasional.

Baca Juga:  Sejumlah Petugas PPK dan KPPS di Morotai Geruduk KPU, Tuntut Pembayaran Honor

“Sebelumnya ada ko Arizona Hamadi dan beberapa pemain senior, generasi setelah ko Zon ke bawahnya ada saya dan Hengki Oba, Safrudin, Firdaus Nyong setelah generasi ini masih ada lagi,” tuturnya.

Pria kelahiran 1977 itu mengatakan, lapangan Gelora ini sebagai lapangan dan tempat bagi pemain-pemain yang berkiprah ke nasional, di tambah lagi dengan lapangan Salero.

Baca Juga:  Bawaslu Morotai Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

“Jadi tong (kami) sering di lapangan Salero dulu, terus ke Gelora Kie Raha. Saya mulai berlatih di lapangan ini tahun 92-an ke Haornas bersama Persiter,” ucapnya.

Bagi pesepak bola senior yang berkarier terakhir di Persijap Jepara 2014-2015, dan tahun 2016 melatih tim Persihaltim serta dipercaya menangani Tim Persega Galela ini punya harapan besar soal perbaikan lapangan Gelora.

“Lapangan Gelora Kie Raha ini harus lebih banyak lagi dibenahi kembali, terutama rumput lapangan dengan kualitasnya,” harapnya.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.