FP2G Desak Camat Gane Timur Perjelas Status Dua Dusun Di Transmigrasi Gane

MALUTTIMES – Front Pemuda Peduli Gane (FP2G) memberikan ultimatum serta mendesak Camat Gane Timur, Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Jais Hi. Ishak untuk perjelaskan status dua dusun di wilayah Transmigrasi Gane Timur.

Sekretaris FP2G Asrul Lamunu, S.Ant melalui rilisnya yang diterima redaksi maluttimes.com, Senin (23/01) mengatakan, Pemerintah Kecamatan maupun Kabupaten sejauh ini terkesan membiarkan status beberapa dusun di wilayah Gane Timur terkatung katung, padahal menurut Asrul, sesuai administrasi baik KK dan KTP kedua dusun SP 1A dan SP 1B masuk Desa Lalubi, Kecamatan Gane Timur.

Alumni Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate ini juga mengatakan, seharusnya jika kedua dusun ini bagian dari Desa Lalubi, mestinya tahapan pembangunan atau alokasi dana desa juga turut dinikmati oleh dusun tersebut.

Baca Juga:  Empat Permainan Tradisional Maluku Utara yang Tak Lagi Dilirik, Lato-Lato Kian Digandrungi

“Sudah lebih dari 20 tahun status dusun di wilayah Transmigrasi ini tidak jelas bahkan terkesan Pemerintah Kecamatan lepas tanga dan tidak mau ambil pusing,”ungkap Asrul

Selain tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa Lalubi hingga tidak pernah menikmati alokasi dana desa, Ketua Ikatan Alumni Antropologi Unkhair Ternate ini juga mengungkapkan, kedua dusun tersebut juga tidak pernah dilibatkan dalam hal proses demokrasi.

Baca Juga:  BMKG: Potensi Gelombang Pasang Terjadi di Wilayah Pesisir Morotai Utara, Maba Utara dan Pulau Gebe

“Hal yang paling ekstrim yang dilakukan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa adalah terkait hak demokrasi, selama ini dalam momentum Pemilihan Kepala Desa, kedua dusun ini tidak dilibatkan, padahal secara administratif jelas mereka tercatat sebagai anak dusun dari Desa Lalubi,”pungkasnya

Asrul menegaskan, persoalan ini harus dibijaki secara serius oleh Camat Gane Timur, pasalnya, selain hak mendapatkan alokasi dana, hal yang paling urgen adalah hak demokrasi, ini penting untuk menjadi perhatian oleh pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten hingga pemerintah Desa.

Baca Juga:  Catat! Ini Jadwal Pertandingan Liga 3 Zona Maluku Utara

“Saya tegaskan jika dalam waktu dekat hal ini tidak dibijaki dan di perjelas, saya akan mengakomodir masyarakat Transmigrasi untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Gane Timur, DPRD dan Kantor Bupati Halmahera Selatan,”kecamnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.