Mencegah Terjadinya Abrasi, Mahasiswa Biologi Unkhair Gelar Konservasi di Gambesi

MALUTTIMES – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) melakukan penanaman mangrove di pantai Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester 5 dengan tema, “Studi Konservasi Berkearifan Lokal Implementasi Mata Kuliah Konservasi Flora Fauna”.

Hal ini dilakukan sebagai perwujudan dari program mata kuliah konservasi flora fauna berbasis kearifan lokal, adapun tujuan dilakukan konservasi di pantai gambesi karena daerah ini termasuk kawasan konservasi mangrove di Kota Ternate. Selanjutnya dalam program mata kuliah ini mahasiswa diwajibkan melakukan kegiatan studi kasus terkait dengan tema yang dipilih oleh masing-masing kelompok.

Baca Juga:  Waspada Potensi Gelombang Setinggi 2,5 Meter di Perairan Maluku Utara

Dr. Taslim D. Nur, M.Pd, selaku dosen di fakultas tersebut mengatakan bahwa target dan luaran mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya alam dalam bentuk konservasi Flora maupun Fauna.

“Mahasiswa perlu memahami tentang pelestarian alam dan lingkungannya, setelah itu diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kelestarian alam, perlu diketahui bahwa mangrove merupakan jenis bakau yang kebanyakan tumbuh di sekitar pesisir pantai dan memiliki manfaat yang sangat banyak dari beberapa manfaat salah satu diantaranya adalah menjaga agar tidak terjadi abrasi,” kata Taslim, Sabtu (14/1/2023).

Baca Juga:  BMKG: Tinggi Gelombang Hingga 2,5 Meter di Perairan Morotai Utara dan laut Halmahera

“Selain itu juga menjadi tempat berkembang biaknya biota laut yang hidup di sekitar pesisir pantai, di samping itu mangrove memiliki nilai ekonomis apabila dilihat dari sisi manfaatnya diantaranya buah mangrove dari jenis tertentu dapat diolah buahnya sebagai bahan makanan, ini juga menjadi objek penelitian bagi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk melakukan penelitian terkait dengan mangrove,” tambanya.

Taslim menjelaskan, kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat besar dan diharapkan menjadi program berkelanjutan baik bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi maupun dapat menjadi program pemerintah daerah dalam rangka menjaga agar alam kita tetap lestari.

Baca Juga:  Liga 3 Zona Maluku Utara Resmi Digelar, ini Harapan Ketum Asprov PSSI Edi Langkara

“Besar harapannya agar supaya program ini dapat bersinergi dengan program pemerintah daerah terkait penetapan kawasan konservasi mangrove sebagai objek penelitian maupun objek wisata khususnya mangrove dan menjadi salah satu solusi untuk mencegah terjadinya abrasi, perlu juga dibuat pemecah ombak agar mangrove yang di tanam di daerah pesisir pantai bisa tumbuh menjadi lebih baik. Karena walaupun kita melakukan penanaman mangrove dengan metode apapun kalau tidak ada ada pemecah ombak maka besar kemungkinan ada yang tidak bisa tumbuh dengan baik,” pungkasnya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.