Mantan Ketua BPD Tudahe Diduga Perkosa Anak Dibawah Umur

MALUTTIMES Mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tudahe, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara inisial BD diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur inisial CNB (15).

Informasi yang dihimpun Maluttimes.com menyebutkan, perbuatan tidak terpuji yang dilakukan adik kepala Desa Dere ini pada bulan September 2022 bertepatan dengan pelantikan kakaknya sebagai kepala Desa Dere.

“Saya dengar kejadian ini pada tanggal 17 Desember, setalah mendengar informasi ini saya langsung menuju Desa Tudahe dan menanyakan hal tersebut kepada anak saya,”ujar orang tua korban.

Ayah dari korban pemerkosaan ini mengisahkan awal mula kejadian tersebut saat korban bersama salah satu teman laki-laki berinisial FP (19) berada di acara, lalu FP mengajak korban untuk ikut menjemput teman lain di pertigaan jalan yang tak jauh dari Desa Tudahe, dalam perjalanan, tiba-tiba pelaku melintasi jalan menggunakan sepeda motor, saat berpapasan dengan korban bersama temannya, pelaku meminta agar korban bersama temannya itu diantar ke tempat tujuan.

Baca Juga:  Kapolda Malut Resmikan Peletakan Batu Pertama Polres Pulau Taliabu

“Awalnya korban tolak tapi karena temannya minta korban naik jadi korbanpun ikut naik, jadi dalam perjalanan, tiba tiba temannya itu minta pelaku berhenti karena mau buang air, tapi saat menunggu ternyata teman korban itu menghilang, nah dari situ kemudian pelaku memulai aksi bejatnya itu,”ungkap ayah korban kepada wartawan, Minggu (08/01).

Baca Juga:  Maluku Utara Masuk Urutan Pertama Angka Kematian Bayi Terendah se-Indonesia Timur

Kejadian yang sama terulang pada bulan oktober 2022 disebuah rumah kosong yang terletak di desa Dere, menurut ayah korban, sesuai pengakuan korban, kejadian kedua ini saat korban diajak temannya itu jalan jalan, sesampainya mereka di sebuah rumah kosong, FP lalu mengajak korban untuk ikut masuk ke rumah kosong itu dengan alasan mengambil barang yang ditinggali FP, tanpa ragu korban ikut ajakan FP.

“Katanya saat mereka berdua masuk di rumah kosong itu ternyata pelaku sudah berada di dalam, disitu terjadi aksi kejatahan pelaku yang kedua,”tutur ayah korban.

Bukan cuma itu, ayah korban kepada wartawan juga mengaku Adik Kepala Desa Dere ini juga melancarkan aksi kejahatannya itu yang ketiga kali di bulan yang sama dengan cara yang berbeda, kali ini pelaku menyuruh teman korban yang berbeda biasa disapa “Tolo” (16 tahun) untuk mengajak korban jalan jalan, ditengah perjalanan, korban bersama Tolo juga melewati sebuah rumah kosong dan pelakupun mengajak korban untuk masuk dirumah kosong tersebut lalu melancarkan aksi bejatnya yang ketiga kali.

Baca Juga:  Duh! Nama Anggota DPRD Morotai dan Bupati Halteng Dicatut untuk Minta Uang Jutaan Rupiah

“Jadi tiga kali dia (pelaku) melakukan pemerkosaan, kalau tanggal memang anak saya lupa, dia hanya ingat bulannya saja, pelaku itu adik kandung kepala Desa Dere dan juga Majelis Gereja, jabatannya Ketua Bidang Pemuda Gereja GMIH Rehobot Desa Tudahe,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.