Peringatan Hari Batik Nasional sebagai Warisan Dunia

MALUTTIMES – Masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober. Namun, tahukah Anda apa sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober?

Peringatan Hari Batik Nasional rupanya bermula dari keputusan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB alias UNESCO yang menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Penetapan ini dilakukan melalui sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 2 Oktober 2009.

Baca Juga:  Lanal Morotai Gelar Aksi Donor Darah Peringati HUT ke-77 POMAL

UNESCO menilai teknik, simbol, dan budaya batik yang melekat dengan kebudayaan Indonesia.

Hal ini membuat Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Namun, Hari Batik Nasional bukan hari libur, sehingga pekerja dan siswa tetap masuk pada hari tersebut.

Ketentuan ini tertuang di Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional yang dikeluarkan pada 17 November 2009.

Baca Juga:  BNPB: Morotai Memiliki Potensi Gempa yang Cukup Tinggi

Menurut Keppres 33/2009, Hari Batik Nasional perlu dimunculkan karena batik telah mendapat pengakuan internasional sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

Hal ini dipandang bisa meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional.

Selain itu, penetapan dari UNESCO dan Hari Batik Nasional diharapkan bisa menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia, termasuk batik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.