Doa Nabi Yakub ketika Mendapat Kesusahan dan Kesedihan

MALUTTIMES – Nabi Yaqub AS terkenal atas kesabaran dan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Ia pernah memanjatkan doa untuk memohon kesabaran dan pertolongan ketika mendapat musibah.

Doa Nabi Yaqub AS tersebut dipanjatkan tatkala ia kehilangan putranya, Yusuf AS. Disebutkan dalam buku Doa Harian yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh susunan Tim Lentera Hati, saat itu beliau sangat bersedih. Sebagaimana firman-Nya:

وَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰٓاَسَفٰى عَلٰى يُوْسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنٰهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيْمٌ ٨٤

Artinya: “Dia (Ya’qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Alangkah kasihan Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia adalah orang yang sungguh-sungguh menahan (amarah dan kepedihan).” (QS Yusuf: 84)

Baca Juga:  Angka Kemiskinan di Halbar Menurun IPM Naik, Akademisi Nilai Kinerja Pemda Halbar Maksimal

Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menceritakan jawaban Nabi Yaqub AS kepada anak-anaknya dengan penuh kesabaran. Perkataan ini yang kemudian disebut sebagai doa Nabi Yaqub AS.

Bacaan Doa Nabi Yaqub AS

اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٨٦

asykụ baṡṡī wa ḥuznī ilallāhi wa a’lamu minallāhi mā lā ta’lamụn

Artinya: “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Yusuf: 86)

Baca Juga:  Tinggi Gelombang Mencapai 2,0 Meter, Tobelo Masih Potensi Hujan Lebat

Disebutkan dalam sebuah riwayat, tatkala Sayyidina Abu Bakar tengah salat Subuh dan membaca ayat ini, seketika itu ia pun menangis dan jemaahnya juga ikut menangis. Hal ini juga terjadi pada masa Sayyidina Umar setelah dinobatkan sebagai khalifah menggantikan Abu Bakar Ash Shiddiq.

Namun, riwayat tersebut banyak diperdebatkan oleh para ulama.

Mengutip buku Kisah Teladan dan Inspiratif 25 Nabi & Rasul, untuk meminta perlindungan Allah SWT juga bisa membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ وَأَنْتَ المُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ البَلَاغُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Baca Juga:  Muhammadiyah Resmi Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Jatuh pada 23 Maret 2023

Allaahumma innaa nas’aluka min khairi maa sa’alaka minhu nabiyyuka muhammadun wa na’uudzu bika min syarri maas ta’aadza minhu nabiyyuka muhammadun wa antal musta’aanu wa ‘alaikal balaaghu, wa laa haula wa laa quwwata illaabillahi.

Artinya: “Ya Allah, kami memohon di antara kebaikan apa yang diminta Nabi-Mu Muhammad, dan kami berlindung dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad meminta perlindungan kepadanya. Engkau tempat meminta pertolongan dan Engkaulah tempat mengadu, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena pertolongan-Mu.”

 

Artikel ini telah diterbitkan oleh detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.