GMNI Halbar Soroti Kerusakan List Profil Plafond Gypsum Bangunan Kanopi Area Pelabuhan Jailolo

Ketua Cabang GMNI Halbar, Marinus Pangulili

JAILOLO – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Barat (Halbar) menyoroti terkait kerusakan List Profil Plafond Gypsum pada bangunan Kanopi Area Pelabuhan Jailolo yang di kerjakan oleh CV. AKBAR JAYA MEMBANGUN.

Bangunan yang terletak di area parkir pelabuhan Jailolo itu nampak tidak terurus oleh pihak kontraktor, bahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sufi Syaban Ngongano nampak acuh tau terkait ambruknya List profil Plafond gypsum tersebut.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, bangunan Kementerian Perhubungan yang menghabiskan APBN senilai kurang lebih Rp.4 ratus juta lebih itu masih dalam tahapan pemeliharaan oleh kontraktor, namun hingga saat ini pihak kontraktor dan PPK nampak acuh terkait kerusakan tersebut.

Bangunan Kanopi Yang Berada di Area Parkir Pelabuhan Jailolo

Ketua Cabang GMNI Halbar Marinus Pangulili kepada MalutTimes.com, Rabu (05/01/2022) mengatakan, mestinya kerusakan bagian bangunan itu menjadi tanggung jawab Kontraktor, jika kontraktor mengabaikan, PPK wajib memanggil kontraktor tersebut untuk segera memperbaikinya, karena bangunan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kondisi bangunan pada bagian List Profil Plafond sudah mulai rusak, sementara menurut informasi, bangunan tersebut masih dalam tahapan pemeliharaan, mestinya kontraktor melakukan perbaikan terhadap kondisi bangunan itu, jika tidak ada perhatian dari kontraktor maka PPK wajib untuk menegur pihak Kontraktor agar dapat memperbaiki kerusakan bangunan tersebut,”cetus Marinus.

Menurut Marinus, jika PPK dan Kontraktor tidak mau bertanggung jawab maka patut diduga pelaksanaan kegiatan pembangunan Kanopi Area Pelabuhan Jailolo tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga paska dari kegiatan pekerjaan pembangunan itu sudah terjadi kerusakan.

“kan kegiatan ini masih dalam tahap pemeliharaan, itu artinya masih menjadi tanggung jawab Kontraktor dan PPK, tapi kalau kegiatan itu sudah selesai maka patut diduga bahwa pekerjaan bangunan tersebut tidak sesuai RAB,”pungkasnya.

Kerusakan List Profil Plafond Gypsum Pada Bangunan Kanopi

Marinus menambahkan, jika kerusakan bangunan itu tidak dilakukan perbaikan, maka tidak bisa dilakukan FHO (Final Hand Over), karena kalau sudah di lakukan FHO maka dipastikan kegiatan tersebut dikerjakan tidak sesuai RAB karena sisa anggaran yang dijaminkan ke Bank sudah dicairkan oleh kontraktor secara keseluruhan.

“Ini wajib untuk ditelusuri oleh penegak hukum, kalau dugaan kami ini benar adanya, maka saya tegaskan ini bentuk kejahatan yang dapat merugikan daerah, selaku putra daerah, saya ingin tegaskan orang-orang seperti ini harus di usut dan dipenjarakan,”tegas ketua cabang GMNI Halbar.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Jailolo Sufi Syaban Ngongano saat dikonfirmasi terpisah oleh wartawan media ini melalui pesan WhatsApp tidak mau membalas, meskipun pesan WhatsApp itu tersampaikan dan dibacakannya.(red)

Pos terkait