GMNI Desak Penyidik Polres Halbar Tetapkan Bendahara KNPI Sebagai Tersangka

Sekretaris DPC GMNI Halbar, Nicolaus Aji Pratama

JAILOLO – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Barat (Halbar) mendesak penyidik Polres Halbar menetapkan mantan bendahara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halbar inisial MK sebagai tersangka dalam kasus korupsi Dana Hibah KNPI Halbar tahun anggaran 2018.

Sekretaris GMNI Halbar Nicolaus Aji Pratama kepada wartawan Sabtu (25/12/2021) mengatakan, penyidik mestinya menetapkan mantan bendahara KNPI sebagai tersangka, pasalnya, dugaan besar pada proses pencairan dana hibah KNPI, bendahara juga ikut mencairkan anggaran tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jadi penyidik seharusnya lebih lihai dalam proses pemeriksaan terhadap mantan bendahara KNPI, kalau di selidiki dengan baik, penyidik pasti mendapatkan bukti-bukti autentik terkait keterlibatan mantan bendahara dalam kasus korupsi dana hibah KNPI,”pungkas Aji sapaan akrab Sekretaris GMNI Halbar.

Menurut Aji, Penyidik memiliki kewenangan untuk mendatangi pihak pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halbar dan pihak Bank BPD untuk meminta bukti proses pencairan anggaran tersebut.

“Jadi kalau hasil pemeriksaan bendahara KNPI yang mengatakan tidak ada keterlibatan dirinya dalam kasus ini itu tidak logis menurut kami, ayo kita buktikan dengan cara menyelediki bukti pencairan anggaran di BPKAD halbar dan Bank BPD, kalau tidak keberatan GMNI juga ikut mengawal penyelidikan ini, sebab ini menyangkut dengan harga diri seluruh pemuda Halbar,”cetusnya.

 

Aji berharap Penyidik profesional dalam menangani kasus korupsi dana hibah KNPI, pasalnya selaku pemuda Halbar, dirinya merasa malu dengan informasi yang beredar terkait korupsi dana hibah KNPI yang melibatkan sekretaris KNPI inisial HB dan ketua berinisial MM, olehnya itu Aji mendesak agar kasus ini dapat dituntaskan dengan cara menangkap seluruh unsur pimpinan di tubuh KNPI.

“Ini aib yang tidak bisa disembunyikan, seluruh media memberitakan soal kasus korupsi dana hibah KNPI Halbar, selaku pemuda halbar, kami merasa terhina dengan perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini, olehnya itu GMNI secara Institusi mendesak kepada polres halbar untuk segera menahan mantan ketua dan mantan bendahara KNPI, kami yakin betul kalau penyidik menyelidiki dengan baik maka ada keterlibatan bendahara dalam kasus korupsi ini,”desak Aji.

Aji mengancam jika Polres Halbar tidak menetapkan mantan bendahara KNPI inisial MK sebagai tersangka dan tidak menahan tersangka mantan ketua KNPI inisial MM, maka GMNI secara Institusi akan melakukan aksi besar-besaran di Polda Maluku Utara untuk meminta agar kasus korupsi ini di tangani oleh Polda.

“Jika dalam kasus ini Polres Halbar tidak menetapkan bendahara KNPI sebagai tersangka dan tidak menahan tersangka mantan ketua KNPI, maka GMNI akan melakukan aksi besar-besaran di Polda Malut dan mendesak kepada Polda untuk mengambil alih kasus ini,”tandasnya.(red)

Pos terkait