Polisi Tahan Mantan Sekretaris KNPI Halbar

Kasat Reskrim Polres Halbar, Iptu. Ambo Wellang

JAILOLO – Penyidik Polres Halmahera Barat (Halbar) menahan mantan Sekretaris KNPI Halbar berinisial HB dalam kasus penyalahgunaan dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halbar tahun anggaran 2018 senilai Rp.300 juta.

HB ditahan setelah melewati pemeriksaan selama 17 jam diruang penyidik Polres Halbar pada Jumat (17/12/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Halbar, Iptu. Ambo Wellang mengatakan, dalam kasus ini telah ditetapkan dua orang diantaranya mantan Ketua KNPI inisial MM dan mantan sekretaris inisial HB.

“Kami tetapkan dua tersangka. Masing-masing mantan Ketua KNPI berinisial MM dan mantan sekretaris berinisial HB. Dari dua tersangka ini baru HB yang kami tahan karena tersangka dinilai tidak kooperatif dengan panggilan penyidik. Olehnya itu yang bersangkutan ditahan untuk memudahkan proses tahap II nanti,” kata Iptu. Ambo Wellang kepada wartawan saat ditemui diruangkerjanya, Senin (20/12/2021).

Sementara untuk tersangka MM belum ditahan karena dinilai kooperatif ketika dipanggil penyidik saat diperiksa.

“Untuk tersangka lain belum ada, nanti kita lihat perkembangan hasil pemeriksaan selanjutnya. Kalau memang ada, kami akan gelar perkara lagi,” ujarnya.

Disentil tentang dugaan keterlibatan mantan Bendahara KNPI Halbar berinisial MK yang kini menjabat sebagai Komisioner KPU Halbar, Iptu. Ambo Wellang menyatakan belum ada tanda-tanda keterlibatan oknum yang bersangkutan. Sebab menurut keterangan MK saat diperiksa penyidik mengaku tidak mengetahui terkait anggaran tersebut.

“Kalau mantan bendahara, sesuai hasil pemeriksaan, dia mengaku tidak mengetahui terkait anggaran tersebut, beliau (MK.red) juga kooperatif saat dipanggil penyidik Polres Halbar,” cetusnya.

Meskipun begitu, Iptu Ambo Wellang menegaskan, tahapan dalam penanganan kasus ini belum selesai. Sebab pada persidangan nanti pihak Jaksa akan melakukan penelusuran terkait keterlibatan seseorang pada kasus tersebut. Bahkan jika ada keterlibatan MK, pihak Jaksa bisa saja memanggilnya.

“Saya belum tau keterlibatan bendahara KNPI, tapi semua itu akan terungkap pada persidangan nanti apabila ada keterlibatan mantan bendahara pada kasus ini,” tegasnya.

Iptu. Ambo Wellang menambahkan, kedua tersangka HB dan MM dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara diatas 10 tahun.(mg01/red)

Pos terkait