Wartawan Kepsul Galang Dana Untuk Bayi Penderita Gizi Buruk

  • Whatsapp
Aksi penggalangan dana wartawan Kepsul untuk Surahman Soamole, bayi penderita gizi buruk

SANANA – Sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan terhadap Surahman Soamole, bayi 3 tahun penderita gizi buruk, Wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara melakukan aksi penggalangan dana, Selasa (30/8/2021).

Amatan maluttimes.com, aksi penggalangan dana dilakukan di beberapa titik seperti, depan Polres Kepsul, Pasar Basanohi, Pertokoan hingga Kantor Bupati Kepsul mendapat respon baik dari masyarakat. Alhasil, dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp.9 juta.

Dana ini langsung diserahkan ke keluarga bayi tersebut. Saat ini, putra dari pasangan Suradi Soamole dan Rosna itu dalam tahap penangana medis di RSUD Sanana, kabupaten setempat.

“Alhamdulillah dari penggalangan yang dilakukan oleh teman-teman wartawan tadi pagi hingga soreh ini dana yang baru terkumpul Rp 9 juta dan sudah diserahkan langsung ke orang tuanya,” kata Imelda Tude, Perwakilan Wartawan Kepsul.

Imelda berharap, ini menjadi perhatian serius bagi seluruh statekholder di Kepulauan Sula.

“Menjadi pelajaran dan perhatian untuk torang semua terutama pemerintah desa di Kepulauan Sula. Kan, ada dana stanting 8 persen dari dana desa jadi setiap tahun kalau boleh pemdes wajib mencantumkan ke APBdes. Sehingga kalau ada warga yang mengalami masalah di bidang kesehatan dana stanting 8 persen ini bisa digunakan sebagai langkah bijak dalam penanganan pemberantasan anak penderita gizi buruk,” harapnya.

Terpisah, Kadis Kesehatan Kepsul, Suryati Abdullah saat dikonfirmasi menyampaikan, informasi pasien atas nama Surahman Soamole diterima pada, Kamis (19/8/2021). Besoknya langsung menjemput pasien tersebut.

Suryati bilang, Surahman mempunyai BPJS hanya saja baru bisa diaktifkan pada 1 September mendatang dan saat ini Pemda Kepsul lewat Dinas Kesehatan sudah menanggulanginya.

“Bahkan ibu bupati, perintahkan segara kami mengambil langkah cepat ketika kami melapor ,” ucapnya.

Sekedar untuk diketahui, bayi asal Desa Waiman, Kecamatan Sulabesi Tengah itu ternyata menderita sakit sejak 2019 lalu dan pernah menjalani perawatan di RSUD Sanana selama 4 bulan. Hanya saja keluarga pasien keterbatasan anggaran akhirnya meminta untuk dipulang ke rumahnya.

Dari situlah pasien tidak terpantau lagi hingga 19 Agustus 2021 malam baru diketahui oleh Dinas Kesehatan Kepulaun Sula.(tem)

Pos terkait