Hewan Ternak yang Berkeliaran Akan dieksekusi, Termasuk Ternak Babi

Ilustrasi Babi Berkeliaran

Bacaan Lainnya

SANANA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) akan menindak tegas dan memberi sanksi kepada pemilik hewan ternak yang membiarkan hewan ternaknya bebas berkeliaran di jalan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kepsul Nurhayati Latuconsina kepada wartawan via WhatsApp, Selasa (24/8/2021).

Nurhayati mengatakan, surat pemberitahuan tentang penertiban hewan ternak itu telah ditindaklanjuti oleh Sekda Kepsul Muhlis Soamole pada Jumat 20 Agustus 2021 lalu. Kini surat tersebut telah didistribusikan ke seluruh Kecamatan dan di sebar ke seluruh desa yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Sekarang surat tersebut sudah tersebar di seluruh kecamatan dan desa Se Kepulauan Sula, ini demi mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 9 tahun 2008 tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak di Kepulauan Sula,” katanya.

Nurhayati bilang, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Satpol-PP untuk segera menindaklanjuti surat tersebut. Untuk hewan ternak yang masih berkeliaran Nurhayati menguraikan termasuk ternak Babi juga bakal dieksekusi sesuai peraturan yang berlaku jika kedapatan berkeliaran di jalan.

“Setiap pemilik hewan ternak baik sapi, kambing wajib dikandangkan, seluruh hewan termasuk babi dan anjing jika kedapatan berkeliaran akan dieksekusi,” cetusnya.

Sementara Kasatpol-PP Abdi Umagapi saat dikonfirmasi mengatakan, untuk waktu yang diberikan kepada pemilik ternak sesuai surat pemberitahuan tersebut selama 14 hari untuk segera menertibkan hewan peliharaan dikandangkan. Jika selama waktu yang diberikan itu tidak diindahkan maka pihaknya akan melakukan tindakan sesuai Perda.

“Kita kasi kesempatan ke pemilik ternak untuk ikat dan kandangkan hewan peliharaan dalam waktu 14 hari lewat dari itu Satpol-PP akan ambil tindakan sesuai aturan,” tandasnya.(tem)

Pos terkait