Tiga Dokumen Pemkab Sula Resmi Di Paripurnakan

  • Whatsapp

SANANA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menggelar rapat Paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan KUA-PPAS, Kamis dini hari, (5/8/2021).

Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sula Sunaryo Thes itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Fifian Adeningsih Mus dan M Saleh Marasabesy, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sula serta Forkompinda.

Ketua DPRD Sinaryo Thes dala Paripurna tersebut mengatakan, kewajiban kepala daerah yang diamanatkan dalam peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 dan Permendagri nomor 54 tahun 2010 adalah menyusun RPJMD untuk menjadi acuan pelaksanaan program pemerintah daerah selama 5 tahun kedepan.

“RPJMD merupakan sebuah dokumen kebijakan daerah yang memuat tentang penjabaran visi-misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran strategis arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah serta program perangkat daerah,”katanya.

Sementara Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus dalam sambutannya mengatakan rancangan awal RPJMD merupakan amanat peraturan menteri dalam negeri nomor 86 tahun 2017 yang memuat tentang cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tatacara evaluasi rancangan Perda tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tatacara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana kerja pemerintah daerah.

Menurutnya, setelah penyusunan dokumen tersebut, kepala daerah mengajukan rencana awal RPJMD kepada DPRD untuk dibahas dan memperoleh kesepakatan, selanjutnya dirumuskan dalam nota kesepakatan dan dilakukan penyempurnaan rancangan awal.

“Rancangan awal RPJMD merupakan proses dokumen perencanaan jangka menengah, perwujudan visi-misi tujuan dan sasaran Bupati dan Wakil Bupati yang telah disingkronkan dengan dokumen RPJMD nasional dan RPJMD provinsi, terintegrasi untuk menjadi pedoman dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sula,”cetus Fifian.

Orang nomor satu dilingkup pemkab Sula ini menjelaskan, dinamika pembangunan daerah yang terus berubah dengan cepat menyebabkan tantangan pembangunan daerah untuk semakin kompleks akibat pandemi Covid-19, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah sebelum melambat berimplikasi terhadap upaya pengurangan pengangguran dan kemiskinan serta perbaikan sumber daya manusia di daerah.

Selain itu dirinya juga memaparkan rumusan cita-cita pembangunan dalam bentuk visi dan misi rencana pembangunan daerah Kabupaten Kepulauan Sula menuju Sula bahagia yang akan dicapai 5 tahun kedepan yaitu mewujudkan masyarakat Sula yang bahagia dari semua aspek kehidupannya.

Adik Sulung Ahmad Hidayat Mus ini memaparkan terkait akronim Bahagia yang dikampanyekan selama dirinya bertarung dalam momen Pilkada 2020, diantaranya Bahagia merupakan akronim dari Sula bersih, Sula aman, Sula hebat, Sula adil, Sula giat, Sula inovatif dan Sula agamais, untuk mewujudkan visi tersebut lanjutnya, ada sepuluh misi yang akan dilaksanakan diantaranya.

1.meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan sosial,

2.meningkatkan sumber daya manusia yang sehat unggul dan berakhlak mulia.

3.membangun dan mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan pembangunan daerah secara profesional transparan akuntabel serta tidak adanya praktek korupsi kolusi dan nepotisme.

4.menjalin hubungan kerja sama antara pemerintah daerah tokoh agama dan tokoh masyarakat tokoh adat kaum intelektual TNI Polri serta masyarakat luas.

5.menjamin terlaksananya perlindungan dan penghormatan terhadap HAM dan penegak hukum yang adil dan humanis.

6.menekan angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja, mengurangi jumlah persebaran dan penduduk miskin dengan mendorong kemandirian masyarakat di Kota.

7.memperkuat masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan pendidikan yang berkualitas dan dapat dijangkau serta meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di bidang kesehatan dan pendidikan.

8.meningkatkan pembinaan kerukunan dan pembinaan mutu kerukunan beragama.

9.melakukan revitalisasi dibidang pertanian perikanan kehutanan perhubungan pariwisata dan budaya serta perdesaan serta berkesinambungan.

10.meningkatkan upaya mitigasi bencana alam di Sula.

Misi yang disampaikan Bupati Sula diatas selanjutnya akan dirumuskan secara lengkap dan sistematik dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah tahun 2020 2026.

“Rumusan dan langka strategis ini harus ditopang oleh kerjasama seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif, agar tujuannya terwujud dalam 5 tahun kedepan, kita semua akan dapat menfondasikan keserasian keteraturan pembangunan dan ifesiensi terhadap masukan yang selektif, bermutu dan berintegritas untuk mencapai pembangunan yang berkualitas dan yang pasti Sula bahagia,”tandasnya.(tem)

Pos terkait