Polisi Ungkap 2 Terduga Pelaku Pengedar Narkotika di Taliabu

  • Whatsapp
Dua terduga pelaku pengedar narkotika CTA dan HRT saat di Mapolres Kepsul
Dua terduga pelaku pengedar narkotika CTA dan HRT saat di Mapolres Kepsul
 CTA dan HRT, dua orang terduga pelaku pengedar narkotika saat di Mapolres Kepsul
CTA dan HRT, dua orang terduga pelaku pengedar narkotika saat di Mapolres Kepsul

SANANA – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melalui Sat Narkoba berhasil mengungkap dua orang terduga pelaku pengedar Narkotika jenis sabu yang akan beroperasi di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.

Wakapolres Kepsul, Kompol Arifin La Ode Buri dalam keterangan persnya, Senin, (2/8/2021) mengatakan, operasi penangkapan dua orang pelaku itu di pelabuhan Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Selasa (27/7/2021).

“Operasi dilakukan berdasarkan informasi yang didapatkan dari masyarakat. Tim Satnarkoba Polres Kepulauan Sula langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan penjemputan sekaligus penangkapan kedua orang pelaku masing-masing berinisial CTA dan HRT, yang mana telah membawa Narkotika berjenis sabu di atas KM. Ratu Maria yang tiba dari Kabupaten Luwuk menuju Bobong Kabupaten Pulau Taliabu,” katanya.

Tim Sat Narkoba dipimpin oleh Bripka Aswanto Sanaki ketika melakukan monitoring serta serangkaian penyelidikan, ditemukan satu saset berisi Narkotika jenis sabu yang diselip dalam jahitan switer lengan panjang berwarna putih dengan berat 1,2 gram, dalam lapisan kantung plastik hitam.

“Narkotika jenis sabu itu ditemukan dalam jahitan lengan switer putih yang digunakan pelaku, dan kemudian kedua pelaku tersebut diamankan di Polsek Taliabu Barat,” ungkap Wakapolres Arifin.

Lanjutnya, kedua terduga pelaku langsung menjalani tes urine dan hasilnya negatif.
Meski demikian, barang bukti Narkotika jenis sabu tersebut akan dibawa ke laboratorium forensik Makassar untuk diperiksa keasliannya.

“Barang bukti tersebut akan dibawa untuk proses laboratorium forensik Makasar agar diperiksa hasilnya,” ujar Arifin.

Ia menegaskan, berdasarkan UU-RI No.35 tentang Narkotika dan Pasal 112, Pasal 114, terduga pelaku terancam 5 tahun penjara paling cepat dan paling lama 20 tahun dengan denda yang akan ditetapkan.

“Pasal 114 ancaman kurangannya paling cepat 5 tahun dan ancaman paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak 10 miliar, serta Pasal 112 ancaman kurungan penjara paling cepat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dengan denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 miliar,” tegasnya.(tem)

Pos terkait