Refocusing Ala UMKM

  • Whatsapp

(Catatan Pembelajaran Untuk Pemda)

Oleh: Om Pala Melanesia

Ibu Rabiah, biasa di sapa Onco, (nama pangilan bagi anak perempuan bungsu di Ternate), hidup bersama 3 orang anak, dan ibunya yang tua jompo berusia 67 tahun, disebuah rumah kecil, ukuran 8 x 11, masih ada halaman kecil di samping rumahnya, yang ukuranya sekitar 4 meter, onco dikenal pekerja keras, memiliki usaha kecil di depan rumahnya, yang disekat bekas ruang tamu disulap menjadi tempat dagangan, yang disajikan setiap menjelang subuh, menjajakan makanan pagi, yang terkenal disekitar pemukimannya.

Laris manis hasil penjulan harian, sajian makanan siap saji, dengan menu khas lokal, membuat warung kecil menjadi tempat persinggahan warga yang mau bergegas ke kantor, atau ibu-ibu sekitar yang tak sempat membuat makanan pagi akan selalu datang menikmati sajian makanan onco yang terkenal, tidak hanya warga sekitar, warga kota pun selalu datang ke tempat onco, untuk membeli makanan siap saji, dari kesibukan warga kota yang tak sempat lagi mengurus dapur rumahnya.

Penjualan rata-rata perhari mencapai 2,5 juta hinga 3 juta, setelah dibuka biaya tenaga kerja 3 orang yang membantu onco, biaya bahan baku, listrik dan air, rata-rata laba bersih perhari yang bias di tabung mencapai 1 juta perhari, setelah melewati tahun 2019, onco menghitung tabungan hasil penjualan pada rekening bank, terdapat saldo sebesar Rp. 68 juta, posisi saldo per 31/12-2019, membuat onco makin bersemangat, meminta keponakannya yang mahasiswa akuntansi Unkhair, untuk membuat rencana tahun 2020, dengan penuh semangat, rencana disusun, dengan prioritas :

1. Menyekolahkan anaknya di Makassar, yang akan tamat tahun 2020, dari SMAN 8 Ternate;

2. Memperluas warung, penambahan 4 x 11 meter;

3. Memperbaiki pembuangan limbah;

4. Menyediakan tambahan peralatan memasak, dan menambah daya listrik;

5. Pembelian Kendaraan untuk mempermudah pengantaran jualan

6. Mengajak ibunya Umroh dengan memanfaatkan fasilitas kredit Umroh Bank

Lima prioritas, rencana bisnis onco pun tersusun rapi disertai Rencana Kerja Anggaran (RKA), yang sudah disetujui ibunya, optimisme menyambut tahun 2020, dengan asumsi penjualan tumbuh kisaran 10 sampai 15 persen, inflasi terkendali kisaran 1 sampai 3 persen, subsidi listrik dari 900 ke 1.200, akan sedikit penambahan biaya listrik, asumsi tarif air konstan, maka ditemukan potensi penjualan rata-rata perhari bergeser dari 2,7 juta menjadi paling rendah pada kisaran 2,9 juta, moderat 3,8 juta, dan optimis 4,5 juta.

Memasuki Kuartal-1 tahun 2020, penjualan menunjukan trend positif, sepanjang kuartal-1 rata-rata penjualan harian sudah mencapai 3,1 Juta, pada posisi ekonomi yang masih mengalami kelesuan, dan bakal tumbuh pesat menjelang Ramadahan dan idul Fitri, diikuti dengan bulan haji, serta akhir tahun Pemda akan jorjoran belanja berdampak pada penjualan berpotensi tumbuh cepat, karena itu beberapa program mulai dikerjakan, bernegosiasi dengan kontraktor, bahkan sudah menandatangani kontrak untuk renovasi tempat penjualan, kontraktor lain yang dalam proses negosiasi, perbaikan saluran sanitasi, dan rencana penambahan daya listrik, dan pemisahan rekening untuk persiapan anaknya yang akan studi kedokteran di Makassar.
Onco mendengar Kabar dari TV, ancaman Covid-19 yang mulai bergerak dari Yuan Cina, banyak yang datang kewarung bercerita tentang Covid-19 dan dampaknya, Onco tak peduli sibuk dengan menyediakan berbagai pesanan pelanggan, yang membuat onco tak banyak waktu ber-Karlota soal Covid-19, hari-hari dijalani penuh semangat, sampai terdengar kabar ditemukan 1 warga Taliabu yang terkena Covid-19, di Kelurahan Makasar Timur, kepanikan terjadi dimana-mana, bahkan Gubernur diusir dari SLB Dufa-dufa, ke BLK di tolak, ke asrama haji, di demo, semua menjadi panik, pengunjung yang datang ke warung onco pun mulai berkurang, persedian yang dibeli, berpotensi rusak, kepanikan onco mulai terasa, hingga memasuki bulan April, usaha onco nyaris lumpuh, para pelanggan yang datang mulai berkurang, bahkan onco dengan terpaksa harus merumahkan 2 karyawan andalannya, dengan memberi tambahan sedikit pesangon.

Keadaan makin tidak pasti, Covid-19 telah menjadi drakula yang menakutkan, menyedot pendapatan harian yang nihil. Disuatu malam, onco meminta persetujuan kepada ibunya Onco untuk melakukan refocusing atas rencana sebelumnya, ibunya pun setuju mempersilahkan onco bertindak cepat.

1. Kontrak yang telah ditandatangani untuk renovasi ruang tempat penjualan 4 x 11 Meter, direfocusing, menjadi nihil;
2. Biaya perjalanan anaknya ke Makassar untuk BIMBEL, direfocusing
3. Perbaikan pembuangan limbah, dilakukan refocusing
4. Penambahan peralatan, dan daya listrik direfocusing
5. Pembelian Kendaraan, direfocusing
6. Rencana Umroh Bersama ibunya direfocusing

Dari upaya refocusing yang dilakukan Onco, posisi saldo pada Bank dipredisksi tidak akan terlalu menganggu, jika Covid-19, akan berakhir pada bulan Agustus atau September, namun upaya kehati-hatian, onco membuat daftar prioritas, yang mendesak harus tetap disiagakan, untuk menjaga kelangsungan usaha dan kehidupan keluarganya, maka langkah-langkah yang ditempuh dengan menetapkan skala prioritas :

1. Kebutuhan konsumsi keluarga harus tetap terjaga, untuk stabilitas ekonomi keluarga, berbagai persediaan konsumsi dan kelancaran produksi usaha harus tetap terjaga.

2. Pendidikan Anak-anak harus tetap bersekolah walau harus beralih dari offline ke online, onco memanfaatkan anggaran refocusing untuk menambah biaya IndoHome.

3. Persediaan APD, obat2an dirumah harus tetap ada, untuk menjaga kesehatan anggota keluarga. Dengan protocol kesehatan yang ketat melindungi ibunya yang sudah sepuh, memaksa onco menambah biaya kesehatan dengan menyewa tenaga medis dan para medis merawat ibunya.

4. Biaya kebutuhan rumah tangga harus tetap tersedia, dengan dana cadangan 15% dari total saldo bank, dengan asumsi krisis berlanjut, likuiditas keuangan masih tetap terjaga, sehingga tidak perlu penambahan utang.

Beberapa prioritas ditetapkan onco, dan merubah skema usaha, dari offline ke online, beberapa pelanggan diajak onco bergabung dalam group WA, di Facebook Onco memanfaatkan untuk promosi, anaknya yang sudah SMA membantu ibunya, dengan memanfaatkan Instagram dan Twiter, untuk membantu penjualan dagangan ibunya, Om Harun tetangga sebelah rumah diajak bekerjasama, memanfaatkan Ojek om harun, untuk Ongkir, berbagai skema terus dipikirkan Onco untuk tetap bertahan di tengah krisis.

Upaya refocusing onco, membuahkan hasil, setelah melewati badai Covid-19, dengan istilah kenormalan baru, membuat onco makin terus menjaga stabilitas keuangan, mempertahankan penjualan, mengunakan banyak platform untuk mendekatkan konsumen dengan onco, berbagai kritik, saran dan masukan, onco terima dengan lapang dada, berinofasi ditengah krisis suatu keharusan, yang ditempuh onco mempertahankan hidup keluarganya.

Refocusing hanyalah sebuah cara kita mengalihkan prioritas dengan memanfaatkan sumberdaya keuangan yang tersedia, refocusing mengajarkan kita menetapkan prioritas pada masalah yang kita hadapi, belajarlah pada onco, cara efektif merubah skema kebijakan fiskalnya, agar keuangan daerah tetap aman di tengah badai Covid-19, yang tak tau dimana ujungnya. Teruslah belajar pada alam, yang membawa kita menjadi alami dalam proses perubahan.

Kampoeng Melanesia, Juli 2021.

Pos terkait