Pembangunan Kelanjutan Gedung Area Produksi Sentra Home Industri Mangkrak

JAILOLO – Pembangunan kelanjutan Gedung Area Produksi Sentra Home Industri di Desa Acango Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) nampak tak jalan lagi, Proyek dengan nilai kontrak Rp.2.976.553.000.00 yang dikerjakan PT. Sinar Standy Pratama itu hingga kini tidak ada progres Pekerjaan.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Halbar M. Jain Kadir saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/07/2021) mengatakan, Kontrak Proyek Pembangunan Gedung Area Produksi Sentra Home Industri itu sudah jalan sejak tanggal 7 Mei 2021, hingga saat ini kontrak sudah berjalan dua bulan.

“Kontrak itu sejak tanggal 7 mei 2021, sampai saat ini kontrak sudah jalan dua bulan, pemenang dalam tender proyek tersebut atas nama PT. sinar Standy Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.976.553.000.00,”ungkap Kepala ULP.

Meski begitu, M. Jain saat dikonfirmasi terkait alasan mangkraknya pekerjaan proyek tersebut mengaku tidak mengetahui, pasalnya pada tahapan pekerjaan bukan lagi ranah ULP melainkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang notabenenya adalah Disperindagkop Halbar.

“Kalau soal ketidak jalannya pekerjaan itu, bukan lagi ranah kami ULP, silahkan langsung ke Disperindagkop, karena itu ranah mereka,”katanya.

Hal ini mendapat tanggapan serius dari DPRD Halbar, melalui Wakil Ketua II Riswan Hi. Kadam, Riswan kepada wartawan menyebutkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Halbar Martinus Djawa Hobinya Proyek Mangkrak, pasalnya ada sejumlah Proyek yang yang ditangani Disperindagkop diketahui Mangkrak hingga saat ini tidak dijalankan lagi.

“Jadi sepanjang sejarah Kadis Perindagkop Martinus Djawa ini memiliki hobinya cuma buat proyek mangkrak, ini harus dievaluasi oleh Bupati dan Wakil Bupati,”katanya

Anggota DPRD dari Fraksi PKB Halbar ini mengatakan, orientasi pekerjaan proyek tidak hanya sekadar dikerjakan sampai selesai, tetapi seberapa jauh program proyek itu bisa dimanfaatkan atau tidak.

“Nyatanya tidak ada kajiannya, Disperindagkop Halbar saat ini punya kecenderungan cuma buat Proyek mangkrak saja itu”pungkasnya.

Riswan mengungkapkan, salah satu proyek yang mangkrak dan tidak lagi ditindaklanjuti adalah pasar rakyat yang terletak di Desa Gufasa Kecamatan Jailolo yang saat ini terlihat sangat memprihatinkan dan tampak tidak terurus, pasar tersebut dibangun sejak akhir 2018 lalu dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp.5,8 miliar yang dikerjakan oleh PT. Pancona Katarabumi.

Selain itu Riswan menguraikan sejumlah proyek mangkrak yang ditangani oleh Disperindagkop seperti Pasar Rakyat Dodinga dengan nilai kontrak Rp. 5.973.000.000,00 yang dikerjakan CV. Reza Pratama, Pembangunan Pasar Rakyat Sangaji Nyeku dengan nilai kontrak Rp.3.721.600.000,00 dikerjakan oleh CV. Gufasa Karya Utama.

“Masih banyak Proyek Pasar yang ditangani oleh Disperindagkop yang mangkrak, Bupati sudah seharusnya panggil Kadis Perindagkop Martinus Djawa untuk di evaluasi,”tegasnya.

Untuk diketahui, sejumlah proyek pasar yang tidak jalan alias mangkrak yang ditangani oleh Disperindagkop diantaranya, Pasar Rakyat Gamsida Kecamatan Ibu Selatan dengan nilai kontrak Rp.5.994.900.000,00. CV.Yuban Group. Pasar Rakyat Desa Ropu Tengah Balu (RTB) Kecamatan Sahu dengan Nilai Kontrak Rp.999.999.997,75 Pemenang Tender Cv. Lalim Konstruksi. Pembangunan Pasar Rakyat Tongute Ternate Kecamatan Ibu Dengan nilai Kontrak Rp.5.800.000.000,00 ditangani oleh PT. Citra Halbar Nusantara dan juga Pembangunan Pasar Rakyat Akelamo Kecamatan Sahu Timur dengan nilai kontrak Rp.5.880.000.000,00 Ditangani oleh PT.citra Halbar Nusantara.

Selain itu juga salah satu proyek Disperindagkop yang tidak difungsikan juga termasuk bangunan pabrik pengolahan kelapa di Desa Acango Kecamatan Jailolo yang diresmikan pada bulan April 2019, yang menelan anggaran sebesar Rp.12, 538 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019.

Pembangunan SIKM Kelapa Terpadu itu terdiri dari 11 item diantaranya bangunan kantor pengelola sentra, gedung pamer produk, gedung bahan baku, dan gedung pos penjagaan, sementara untuk gedung produksi terdiri dari lima bangunan masing-masing diantaranya gedung produksi sabut kelapa dan cocopeat, gedung produksi batik kelapa, gedung produksi pengolahan air kelapa, gedung produksi minyak kelapa dan gedung produksi VCO yang telah dilengkapi berbagai peralatan dan juga gedung rumah genset, ruang pompa dan instalasi pembuangan air limbah.

Proyek Gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKM) Kelapa Terpadu itu dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.12, 538 Miliar dan dalam progres pekerjaan bermasalah dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebesar Rp. 764 juta.

Temuan ini sebagaimana tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Halbar Tahun 2018 Nomor : 14.C/LHP/XIX.TER/5/2019, dalam LHP tertanggal 22 Mei itu disebutkan, proyek yang dikerjakan PT. EAS sesuai nomor kontrak 021/83/Prindagkop. UKM/KONT/DAK/IV/2018 tertanggal 12 April 2018.

Dari hasil pemeriksaan fisik bersama pihak Dinas Perindagkop dan UKM, Pelaksana pekerjaan PT. EAS dan pengawasan proyek pada 5 April 2019 ditemukan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp.337.146.657.

Jumlah ini meliputi kekurangan volume pada pekerjaan kantor administrasi sebesar Rp.63.471.594,. Pekerjaan pembangunan gedung pamer produksi sebesar Rp.65.548.946. Pekerjaan pembangunan gedung bahan baku sebesar Rp.30.808.563, dan Pekerjaan Pembangunan Gedung rumah produksi dengan kekurangan volume sebesar Rp.177.317.552.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Martinus Djawa saat dikonfirmasi wartawan melalui Via WhatsApp enggan berkomentar.(red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Kepsul Dinyatakan Tuntas Ikuti Tahapan Vaksinasi

Jum Jul 16 , 2021
Bupati Kepulauan Sula; Fifian Adeningsi Mus Saat Melakukan Vaksinasi SANANA – Setelah melewati Vaksinasi tahap satu, Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus juga telah melakukan Vaksinasi tahap dua yang diselenggarakan di Istana Daerah, Jumat (16/07/2021). Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepsul, Suryati Abdullah kepada wartawan mengatakan, proses vaksinasi dosis tahap […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!