Kejari Sula Telaah Laporan Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Desa Pohea

Kepala Kejaksaan Negeri Sula; Burhan

SANANA – Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabaupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melakukan Telaah atas laporan dugaan kasus korupsi anggaran pembangunan Masjid An-Nur desa Pohea yang di laporkan pemuda Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH).

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Sula (Kepsul) Burhan kepada wartawan, Selasa (22/06/2021).

“Kami sudah terima laporannya, dan sekarang sudah di disposisi, jadi kita telaah dulu, yang pasti kami akan segera tindaklanjuti laporan ini,”cetus Burhan

Menurut Burhan, untuk melengkapi proses penyelidikan dan penyidikan, pihaknya akan melakukan pengumpulan data terkait proyek pekerjaan masjid tersebut oleh tiga perusahan sejak 2015 sampai 2019 secara bertahap.

“Untuk mendalami kasus proyek pembangunan masjid yang dikerjakan tiga perusahaan itu, Kkta akan melakukan pengumpulan data sebagai bahan pegangan kita untuk melakukan penyelidikan secara bertahap,”ujarnya.

Burhan mengaku, kasus tersebut baru pertama kali dilaporkan secara resmi oleh Pemuda Pohea yang didampingi Kuasa hukum dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) ke pihak Kejaksaan, selaku Kepala Kejaksaan dirinya memberikan apresiasi kepada pemuda Desa setempat

“Kami senang karena teman-teman pemuda punya perhatian dan peran terkait kasus seperti ini, sehingga dapat mengungkap suatu tindak pidana korupsi,”ujarnya.

Untuk diketahui, ketiga perusahaan tersebut yakni CV. Ira Tunggal Bega dengan nilai kontrak Rp 488.427.000 pada tahun 2015 dengan item kegiatan pekerjaan adalah, pekerjaan tanah dan fondasi serta pekerjaan beton, untuk Pekerjaan tahap dua pada tahun 2016 dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri dengan nilai kontrak Rp 489.586.000.

Sementara di tahun 2017, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Kepulauan Sula kembali menganggarkan pekerjaan masjid tersebut dengan nilai kontrak Rp 999.973.977 yang dikerjakan oleh perusahan yang sama (CV. Sarana Mandiri), dengan item pekerjaan persiapan, pekerjaan beton, pekerjaan dinding dan plesteran serta pekerjaan kusen, pintu dan jendela mesjid, ditahun 2018 CV. Sarana Mandiri kembali bekerja dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 1.959.904.793 dengan Item pekerjaan, persiapan pekerjaan, pekerjaan plafon, rangka dan penutup atas masjid dan penutup beton kubah masjid.

Di Tahun 2019, anggaran pembangunan Masjid tersebut kembali di ploting, namun kali ini dikerjakan oleh perusahan yang berbeda yaitu dikerjakan oleh CV. Dwiyan Pratama dengan nilai kontrak Rp 299.938.983, dengan item pekerjaan pendahuluan, pekerjaan tanah dan pasir, pekerjaan fondasi dan pekerjaan rangka baja IWF, sehingga total anggaran pembangunan Masjid An-Nur yang bersumber dari APBD Kepsul dan dikerjakan selama 5 tahun itu senilai, Rp 4.237.830.753.(tem)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Geram APD Covid-19 Mubajir, Bupati Kepsul Minta Penegak Hukum Usut

Jum Jun 25 , 2021
SANANA – Sejumlah logistik Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 ditemukan mubajir dan berantakan di istana Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) oleh petugas kebersihan, hal ini membuat Bupati Kepsul Fifian Ade Ningsi Mus geram dan naik pitam sehingga meminta pihak Penegak Hukum untuk mengusut terkait anggaran APD Covid-19. “Polres dan Kejari […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!