Gandeng YLBH, FP2A Lapor Dugaan Korupsi Dana Masjid An-Nur Pohea

SANANA – Dugaan korupsi dana pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali dilaporkan oleh Front Pemuda Puhi Aya (FP2A) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana, Senin (21/06/2021).

Sebelumnya dugaan korupsi dana pembangunan Masjid An-Nur ini telah dilaporkan ke Polres Sanana oleh FP2A bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kepsul, namun hingga kini laporan tersebut tidak nampak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian

Merasa tidak ditindaklanjuti oleh pihak Polres Kepsul, FP2A menggandeng Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) kembali melaporkan dugaan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Sanana.

“Sudah satu tahun lebih kami perjuangkan terkait kasus ini, beberapa kali kami temui DPRD namun tidak menuai hasil yang baik, pernah juga kasus ini kami laporkan ke Polres Sula bersama HMI Sanana, setelah di konfirmasi pihak polres Sula menyatakan tidak ada laporan terkait kasus tersebut, hari ini kami gandeng YLBH untuk melaporkan ke Kejari,”Ujar Ketua FP2A Rianto kepada wartawan.

Sementara itu Ketua YLBH Walima Sula Zulfitra Hasim kepada wartawan mengatakan, dirinya di beri kuasa oleh FP2A untuk melaporkan dugaan kasus krupsi mesjid An-Nur Desa Pohea yang menelan anggaran sebesar, Rp. 4 Miliar lebih itu kepada Kejaksaan Negeri Sanana

“Saya di beri Kuasa oleh Pemuda Pohea untuk melaporkan kasus ini ke Kejari, mestinya dengan anggaran yang begitu besar itu proses pembangunannya harus signifikan, ada beberapa hal yang terjanggal dalam proses pembangunan seperti terjadi kebocoran pada atap bangunan dan goyangan pada lantai dua sehingga patut di duga pembangunan mesjid An-Nur Desa Pohea gagal konstruksi,”tukasnya

Menurut Zulfitra Pokok Laporan yang dilaporkan diantaranya adalah Perusahan Konstruksi pekerjaan Masjid pohea yang di mulai dari tahun 2015 dengan pagu anggaran senilai Rp 488,427,000 yang bersumber dari APBD Kepsul, dengan pelaksana pekerjaan CV. Ira Tunggal Bega, juga pada tahun 2016 anggaran sebesar Rp.500.000.000.00 di kerjakan oleh CV.Sarana Mandiri, dan pada tahun 2017 angaran Rp 957,996,903 yang dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri.

“Setelah tahun 2017, Pemda Sula kembali mengalokasikan anggaran sebesar, Rp.1.959,904,793 dan pada tahun 2019, pembangunannya dilanjutkan dan dikerjakan oleh CV. Dwiyan Pratama dengan pagu anggaran sebesar Rp 294. 093.402,00, tapi fakta di lapangan sangat mencurigakan, oleh karena itu harus diselidiki,”ujarnya

Menanggapi laporan dua lembaga tersebut, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri sanana M.Fadli Habibi saat menerima laporan menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan laporan yang di sampaikan oleh Pemuda Pohea dan selanjutnya akan diserahkan kepada kepala Kejaksaan Negeri Sanana untuk diproses secepatnya

“Laporan ini saya terima dan secepatnya kami akan meminta petunjuk kepada pimpinan kami untuk selanjutnya diproses,” tutupnya.(tem)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pencarian Korban Terbawa Banjir di Sungai Togola Sanger Resmi Ditutup

Sel Jun 22 , 2021
Proses Pencarian Korban Terbawa Banjir Di Sungai Togola Sanger Oleh Basarnas JAILOLO – Kantor Pencarian Dan Pertolongan Basarnas Ternate resmi menutup operasi pencarian terhadap korban atas nama Alkonis Adrian (48) warga Desa Togola Sanger yang hanyut terbawa banjir di sungai Desa Togola Sanger, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Senin (21/06/2021). […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!