Ini Pokok Pembahasan Forum Legislatif Limau Raha

Diskusi Forum Legislatif Limau Raha

TERNATE – Program Segitiga Emas yang digagas tiga Daerah yakin Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan kembali di bahasa di Hotel Sahid Bela Ternate, Minggu (20/06/2021).

Kali ini Pembahasan Program yang sempat mandek itu di inisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Barat, bekerjasama dengan Sidego Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan tajuk Forum Limau Raha, Pembahasan Kelanjutan Program Segitiga Emas.

Direktur Sidego Malut, Hudan Irsyadi Yusuf melalui rilisnya yang diterima MalutTimes.com menjelaskan, hasil dalam diskusi yang digagas DPRD Halbar itu telah merekomendasikan beberapa pokok pembahasan  diantaranya. Melakukan Singkronisasi dokumen perencanaan Kawasan Limau Raha yakni, Halbar, Ternate, Tidore Kepulauan dan Sofifi. Membentuk Badan Pengelola Kerjasama. Mendesain kerjasama yang lebih nyata melalui rumusan Kerjasama dalam dokumen APBD Perubahan 2021 untuk memastikan kerjasama yang berkelanjutan dan Mendukung pengembangan Kawasan Khusus Sofifi, melalui pengembangan Kawasan Limau Raha yang menjadi program bersama pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten Kota, Des dan kelurahan.

Selain pokok pembahasan yang menjadi rekomendasi Forum Legislatif itu, ada empat program prioritas yang disepakati diantaranya. Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan, Perdagangan dan Jasa dan juga Pertanian dan industri.

“Empat rumusan diatas, akan menjadi prioritas daerah dengan fokus kebijakan setelah di setujui bersama DPRD dan Pemerintah Daerah,”ujar Hudan.

Hudan mengatakan, pusat layanan pendidikan, utamanya penyediaan Tenaga Guru pada berbagai jenjang Pendidikan, bukan hanya kurang tetapi dengan standar kompetensi belum memenuhi syarat, seperti pembangunan pendidikan multikultural, pesantren, dan pendidikan Vokasi.

“Itu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan angkat kerja, ditengah pertumbuhan industri diberbagai sektor, namun karena SDM kita belum siap pakai, maka ini yang menjadi problem klasik yang perlu tersedia untuk mencari solusi,”ujarnya

Menurut Dosen Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate ini, pusat layanan kesehatan merupakan pusat rujukan bagi RSUD Kabupaten Kota dan Puskemas untuk penyediaan fasilitas kesehatan yg memiliki kualifikasi Nasional, untuk mengurangi beban biaya layanan kesehatan masyarakat yangg banyak keluar daerah seperti. Manado, Makassar dan Jakarta, karena kekurangan fasilitas, kualitas pelayanan, tenaga medis dan para medis yang terbatas.

“Untuk itu dibutuhkan satu rumah sakit di Maluku Utara yang bertaraf internasional dalam pelayanan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan industri tambang dan interaksi dengan ekonomi global di Pasifik,”paparnya

Hudan mengungapkan, dalam pembahasan itu juga menyepakati terkait Pengembangan Kawasan Industri Rempah yang dibentuk dalam model pengelolaan privat sektor melalui pemegang saham oleh Pemerintah Provinsi Pemkab Halbar, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, perusahaan tambang di Maluku Utara, BUMN di Maluku Utara dan juga Publik Maluku Utara.

“Jadi Program Prioritas yang perlu dilaksanakan dalam rumusan Roadmap yang jelas dan terukur dalam kerjasama yaitu. Penetapan Kawasan Industri Rempah, Pusat Layanan Kesehatan, Pusat Layanan Pendidikan dan Kebudayaan dan Pusat Perdagangan serta Jalur Distribusi,”tuturnya

Putra Mantan Rektor Pertama Unkhair Ternate Yusuf Abd. Rahman ini menambahkan, Komoditi yang menjadi prioritas dalam kawasan industri rempah yang direncanakan dengan luas lahan minimal 100 Hektar yang dibahas dalam diskusi itu Khsus komoditi berbahan baku seperti, Perkebunan Kelapa, cengkeh, pala, Pertanian, khusus tanaman pangan, Perikanan darat dan laut, Industri perkapalan, perikanan, dan kelautan yg mendukung kebutuhan wilayah kepulauan.

Dirinya menyampaikan, dukungan bagi perdagangan barang konsumsi khusus sektor pertanian tanaman pangan untuk Maluku Utara sangat dibutuhkan Gudang Friser yg terletak di pasar atau pelabuhan di masing-masing daerah seperti. Pasar Dufa-Dufa Ternate, Pasar Gamalama Ternate, Pasar Rum Tidore, Pasar Sarimalaha Tidore, Pelabuhan Sofifi dan Pasar Gufasa Jailolo.

Hudan menambahkan, problem yang dirasakan bagi pusat perdagangan khususnya harga barang konsumsi menjadi beban bagi pendapatan warga kota Ternate, bahkan masuk tiga kota termahal di Indonesia, problemnya adalah harga barang konsumsi menjadi sangat berat bagi warga, dan ini memicu sumber kemiskinan di Maluku Utara.

“Forum Legislatif Limau Raha memandang, perlu dibentuk Usaha bersama yaitu Limau Raha Mart di setiap Desa dan Kelurahan, nanti dana desa dan kelurahan di manfaatkan Dana Desa dan Dana Kelurahan, kemudian di suplai melalui BUMD ke kabupaten kota, karena ada kerjasama antar daerah disitu,”tuturnya

untuk dapat mengstabilkan harga tambah Hudan, akan ditetapkan satu harga di kawasan Limau Raha dan dapat dilakukan melalui Tol Laut, dan rekayasa sistem perdagangan yang efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menjamin ketersediaan dan harga barang konsumsi yang terjangkau. Khsusu transportasi Laut, dibutuhkan subsidi barang hasil pertanian, pada jalur transportasi.

“Jadi tol laut nanti Lintasannya Halbar ke Pelabuhan, Lintasan laut Jailolo ke Ternate, Lintasan Halbar Sofifi, Lintasan Oba Sofifi, Lintasan Halmahera Ternate, Lintasan Tidore Ternate,”katanya

Untuk memuluskan rencana ini menurut Hudan, dibutuhkan dukungan kapal dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian perhubungan yang melayani dari pulau-pulau kecil berpenghuni dan produksi seperti. Pulau Moti, Pulau Mare, Pulau Tidore, Pulau Maitara, Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Batang Dua, Pulau Halmahera, Pulau Loloda dan Pulau Kahatola dalam gugus pulau yang menjamin distribusi barang dan jasa.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Ketua DPRD Halbar Charles R. Gustan bersama anggota DPRD Halbar, Ketua DPRD Kota Ternate yang diwakili Wakil Ketua I, Ketua DPRD Tidore Kepulauan dan Dr. Mukhtar A. Adam.(red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gelar Diskusi Segitiga Emas, Ketua DPRD Halbar Minta Simpati DPRD Provinsi

Ming Jun 20 , 2021
Ketua DPRD Halbar, Charles Richard Gustan TERNATE – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Halmahera Barat Charles R. Gustan berharap Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Maluku Utara (Deprov-Malut) simpati atas program segitiga emas yang digagas tiga daerah di Malut yakni, Halbar, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Halbar Charles […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!