GPM Nilai Inspektorat Kepsul “Main Mata” Dengan Kades Wainin

 

Bacaan Lainnya

SANANA – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sebut pihak Inspektorat Kepsul bermain mata dengan kepala Desa Wainin Usmono Gai atas dugaan korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Wainin tahun anggaran 2018-2019 dan 2020 sebesar Rp 1 milyar.

Kepada wartawan, Ketua DPC GPM Kepsul Abid Wambes mengatakan, Inspektorat Kepsul terkesan santai untuk mentuntaskan kasus dugaan korupsi yang dilaporkan.

Menurutnya, berdasarkan hasil hearing antara GPM bersama Sekretaris dan tim audit Inspektorat Kepsul, pihaknya menilai pemaparan hasil audit oleh tim audit Inspektorat Kepsul terkesan gamblang dan tidak meyakinkan.

“Karena, dalam pemaparan tim audit tidak menghitung total kerugian berdasarkan temuan yang telah dilaporkan,” kata Abid.

Padahal, pihak kejaksaan telah menyurat Inspektorat tertanggal 5 Mei 2021 dengan perihal menindaklanjuti dan meleporkan hasilnya namun sudah terhitung satu bulan pihak inspektorat belum mampu merampungkan atau menghitung total kerugian.

“Kami menilai Audit yang dilakukan oleh inspektorat di Desa Wainin itu tidak efektif karena yang terlibat disana hanya aparat desa Wainin, tentunya informasi dan data yang di terima hanya sepihak karena tentu aparat desa tidak akan mengakui kesalahannya secara langsung,”ujarnya.

Abid menegaskan pihak Inspektorat harus melakukan audit ulang dengan melibatkan masyarakat dan aparat pemerintah Desa guna memperoleh data dan informasi yang lebih valid.

“Secara kelembagaan GPM sangat ragu dengan hasil audit yang dilakukan pada akhir Mei kemarin,Kami juga minta Tim Aidit Inspektorat segra merampungkan hasil audit dan di serahkan ke Kejaksaan Negeri Sanana, bila perlu turun audit ulang dengan melibatkan masyarakat dan pemdes, biar datanya lebih Valid,”tutupnya.(tem)

Pos terkait