Kurang Peminat, Lantai Atas Empat Bangunan Pasar di Gamalama Jadi ‘Tempat Sampah’

Sampah yang menumpuk di lantai dua Pasar Kie Raha II

TERNATE – Empat bangunan pasar tingkat di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate nampaknya harus menjadi salah satu fokus sasaran 100 hari kerja, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bersama Wawali Kota Ternate, Jasri Usman. Terutama pada program prioritas penanggulangan sampah di Kota Ternate.

Betapa tidak, di lantai paling atas dari 4 bangunan pasar diantaranya, Pasar Sabi Sabi, Pasar Kie Raha II, Pasar Kie Raha I, dan pasar pakaian bekas yang sepi peminat serta banyak ditemukan sampah plastik yang menumpuk. Bahkan, banyak pula botol air mineral berisi air kencing manusia yang berserakan.

Padahal, dari keempat bangunan pasar tersebut dua diantaranya merupakan bangunan pasar baru, yakni Pasar Sabi Sabi dan Pasar Kie Raha II.

Jufri salah satu tukang jahit di Pasar Kie Raha II, pun mengeluhkan kondisi pasar yang tidak terurus ini. Dia berharap agar Pemerintah Kota Ternate melalui dinas terkait bisa melihat kondisi ini dan segera diatasi.

“Kalau pemerintah bisa kasih naik pedagang ke sini (lantai dua Pasar Kie Raha II) dan jadi ramai, pasti tidak ada sampah sampai begini. Konsumen juga bisa tahu kalau di sini mereka bisa menjahit pakaian atau berbelanja,” kata Jufri saat ditemui, Selasa (27/04/2021).

Jufri pun mengungkapkan, karena kondisi lantai atas pasar yang sepi bukan saja sampah, kerap kali juga dijadikan tempat maksiat pasangan muda-mudi disaat malam.

“Apalagi ini kan dekat terminal dan sepi kalau malam sering dijadikan tempat maksiat,” ungkapnya.

Sementara itu di Pasar Sabi Sabi salah satu pedagang pakaian di lantai satu yang enggan namanya dipublikasikan, mengaku jika banyak pedagang yang lebih memilih berjualan di lantai satu ketimbang lantai dua. Alasannya, di lantai satu saja sepi pembeli apalagi di lantai dua pasar.

“Jualan di bawah saja sepi apalagi di atas. Katanya ini mau ada yang jualan (di atas) tapi sampai sekarang tidak ada,” akunya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Hasyim Yusuf saat di konfirmasi mengenai hal ini pun membenarkan bila di empat bangunan pasar tersebut lantai paling atasnya sepi dari peminat.

“Jadi rata-rata pasar yang ada di lantai dua juga lantai tiga pasar Kie Raha sana itu kosong. Kita sudah upayakan agar pedagang menempati di situ, sampai kami bujuk lagi tapi tidak mau. Alasannya tidak ada pembeli, sama dengan di pasar Bastiong lagi,” ungkap Hasyim saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/04/2021).

Menurut Hasyim, di Kota Ternate ini memang tidak cocok dibangun pasar tingkat. Namun kalau ada pasar tingkat seperti sekarang ini di lantai atasnya mungkin bisa dijadikan rumah makan.

“Tapi kalau jual pakaian itu pembeli tidak mau naik,” katanya.

Meski begitu, sebagai pihak pengelola pasar, Mansyur mengaku tidak serta merta bisa merubah lantai dua pasar untuk rumah makan. Butuh dukungan anggaran agar lantai atas pasar ditata layaknya lapak rumah makan.

Terkait tumpukan sampah di keempat bangunan pasar, Mansyur memastikan bakal segera dibersihkan oleh petugas Disperindag. Dirinya pun mengaku baru mengetahui jika ada tumpukan sampah yang begitu banyak.

“Itu nanti kita bersihkan lagi, yang lalu-lalu saya sering pantau kesana hanya karena ini puasa jadi kurang kesana,” kata dia mengakhiri.(ard)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tahun ini Tidak Ada Operasi Pasar Untuk Ramadan dan Idul Fitri

Rab Apr 28 , 2021
TERNATE – Empat bangunan pasar tingkat di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate nampaknya harus menjadi salah satu fokus sasaran 100 hari kerja, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bersama Wawali Kota Ternate, Jasri Usman. Terutama pada program prioritas penanggulangan sampah di Kota Ternate. Betapa tidak, di lantai paling […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!