Beras Bulog Kurang diminati Konsumen di Maluku Utara

Kepala Perum Bulog Kota Ternate, Armin Bandjar
Kepala Perum Bulog Kota Ternate, Armin Bandjar

TERNATE – Beras Bulog dengan kualitas medium nampaknya masih kurang diminati konsumen beras di Provinsi Maluku Utara.

Padahal, beras rendah gula ini cukup terjangkau dengan harga jual Rp 8.900 per kilogram di gudang Bulog. Sedangkan bila dijual kembali oleh pedagang yakni Rp 10.250 per kilogram sebagaimana Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bacaan Lainnya

Kepala Perum Bulog Kota Ternate, Armin Bandjar saat ditemui, Selasa (13/04/2021) menuturkan, konsumen beras di Maluku Utara lebih banyak memilih beras pulen super meskipun beras tersebut memiliki kadar gula tinggi dan jauh lebih mahal.

Karena kurang peminat, beras Bulog yang ditargetkan sehari terjual 15 ton untuk wilayah Ternate dan Tobelo pun tak tercapai. Rata-rata sehari hanya 1 ton saja bahkan hanya 400 kilogram.

“Padahal kalau di Tual itu sampai 12 ton per hari,” ungkap Armin membandingkan.

Saat ini stok beras di gudang Bulog masih tersedia sebanyak 2.600 ton. Stok itu kata dia sampai tahun depan pun tak akan habis.

Lain beras, lain pula dengan gula dan minyak goreng. Stok gula di gudang Bulog ungkap Armin sudah habis sejak awal 2021 lalu sebanyak 100 ton.

“Mudah-mudahan sebelum tanggal 20 April sudah ada lagi 100 ton gula,” katanya seraya menyebutkan kalau gula dari gudang dijual 12.350 per kilogram.

Sementara untuk minyak goreng lanjut dia, sudah habis sejak Agustus 2020. Bahkan stok minyak goreng di bulog pusat juga kosong.

“Kita juga diminta pengadaan minyak goreng sendiri, cuma terlalu setengah mati, kita ambil saja sudah tinggi kalau jual tinggi juga tidak enak,” tandasnya.(red)

Pos terkait