Ketua DPC PPP Kecam Sikap Sekda Pultab

Ketua DPC PPP Pultab Rismanto Tari 

Bacaan Lainnya

BOBONG-Sikap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Salim Ganiru dalam merespon sangsi akademik pihak Unkhair Ternate terhadap lima orang mahasiswa asal Taliabu berupa Drop Out (DO) mendapat kecaman dari politisi partai PPP Pultab

Salim Ganiru sebelumnya melempar tanggung jawab terkait sangsi akademik oleh Unkhair terhadap lima orang mahasiswa asal Taliabu yang belum membayar uang semester selama dua tahun itu, menurut Salim, harusnya keterlambatan pembayaran itu merupakan tanggung jawab Dinas Pendidikan dibawah kepemimpinan Citra Puspa Mus

“Kalau Dalam Permendagri nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, bantuan beasiswa itu melekat pada Dinas Pendidikan, bukan lagi lewat keuangan,”kata Salim kepada wartawan belum lama ini

Menanggapi sikap Sekda Taliabu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Rismanto Tari mengecam. Pasalnya Politisi PPP ini menilai Salim Ganiru keliru dalam menafsirkan tanggung jawab

Selaku Sekda sebenarnya tidak boleh melempar batu sembunyi tangan seperti ini, melempar tanggungjawab sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Taliabu terkait tunggakan uang smester 5 orang mahasiswa asal Taliabu yang mendapat beasiswa itu merupakan sikap yang tidak etis,”kata Rismanto kepada wartawan, Senin (29/3)2021).

Rismanto mengatakan, sikap Sekda tersebut tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin dari seluruh SKPD di Pulau Taliabu

“Mestinya sebagai sekda harus berkoordinasi dengan baik, panggil dinas terkait untuk mencari jalan keluar, bukan mengeluarkan statemen saling menyalahkan,”ujarnya

Rismanto menambahkan, sikap Sekda Taliabu itu menunjukkan pemimpin yang tidak paham tupoksi, olehnya itu dirinya meminta kepada Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus agar segera menggantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu

“Salim Ganiru ini layaknya kembalikan ke widyaiswara, memegang jabatan Sekda harus orang-orang yang paham soal Tupoksi, kami sarankan secepatnya diganti,”tandasnya.(Tem/red)

Pos terkait