Rekomendasi Mangkrak Di Meja Kabag Pemerintahan, Warga Ancam Boikot Kantor Desa

Mulyadi Banapon Warga Desa Belo

BOBONG – Masyarakat Desa Belo Kecamatan Taliabu Timur Selatan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) ancam bakal melakukan pemboikotan Kantor Desa, Pasalnya rekomendasi pemberhentian Kepala Desa Irma Liambana oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada April 2020 lalu mangkrak di meja Kepala Bagian Pemerintahan Setda Pulau Taliabu Moh. Amrul Badal.

“Proses pengusulan pemberhetian kepala desa Belo sudah sangat jelas,sesuai dengan prosedur dan berasaskan hukum. Saya heran dengan sikap Kabag pemerintahan ini,entah kenapa tanpa alasan yang jelas, tidak menindaklanjuti rekomandasi BPD atas pemberhetian kades Belo, padahal sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,tapi toh dia tidak hiraukan,” Ungkap Mulyadi Banapon seorang warga Desa Belo kepada wartawan, Minggu (14/03/2021).

Yadi bilang, surat rekomandasi pemberhentian yang di buat oleh BPD itu atas dasar permintaan masyarakat sendiri dan di buktikan dengan tanda tangan dukungan masyarakat yang di lampirkan dalam surat pengusulan pemberhentian.

“Sekitar 90 persen masyarakat dari jumlah penduduk yang memberikan dukungan untuk memberhentikan kades Belo itu, dan itu semua di buktikan dengan tanda tangan dukungan yang sudah di berikan ke camat dan camat sudah memasukan ke bagian pemerintahan, tapi saat ini  kurang lebih sudah hampir 1 tahun ini belum juga di proses,”jelasnya.

Menurut Yadi pihaknya menduga kepala bagian tata pemerintahan dan kepala Desa Belo telah main mata, sehingga surat rekomandasi pemberhentian itu tidak di proses.

“Kami curiga mereka berdua sudah main mata sampai surat itu tidak di proses,” ucapnya.

Yadi menegaskan, apabila dalam waktu dekat belum ada kejelasan dari bagian pemerintahan terkait hal itu maka masyarakat desa Belo akan melakukan aksi pemboikotan kantor desa dan kantor pemerintahan kecamatan Taliabu timur selatan.

“Saya pastikan dalam waktu dekat masyarakat Desa Belo melakukan aksi boikot kantor desa Belo dan kantor camat Taliabu timur selatan sampai ada kejelasan dari pemerintahan terkait persoalan rekomendasi itu,” tegasnya.

Untuk diketahui rekomendasi yang dikeluarkan BPD Desa Belo itu setelah Kades Irma Liambana mengundurkan diri saat rapat bersama BPD dan masyarakat terkait transparansi anggaran DD dan ADD. karena masyarakat menduga ada unsur korupsi DD dan ADD pada beberapa kegiatan fisik dan non fisik.(Tem)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peletakan Batu Permata Kantor PDIP, Ini Pesan Wakil Bupati Pulau Taliabu

Sen Mar 15 , 2021
Mulyadi Banapon Warga Desa Belo BOBONG – Masyarakat Desa Belo Kecamatan Taliabu Timur Selatan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) ancam bakal melakukan pemboikotan Kantor Desa, Pasalnya rekomendasi pemberhentian Kepala Desa Irma Liambana oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada April 2020 lalu mangkrak di meja Kepala Bagian Pemerintahan Setda Pulau Taliabu Moh. […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!