Sebut Hasil Investigasi Inspektorat Provinsi Belum Pasti, Begini Tanggapan Praktisi Hukum

POLRES HALBAR

JAILOLO – Dugaan kasus korupsi dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Barat (Halbar) Versi Manase Mou yang ditangani Polisi Resort (Polres) Halbar nampak belum ada titik terang, padahal kasus yang ditangani dari tahun 2018 ini sudah mendapat rekomendasi hasil audit investigasi dari Inspektorat Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Halbar Iptu Elvin S.Akbar saat di konfirmasi wartawan melalui Via Telephon Jumat (12/03/2021) mengatakan, hasil audit investigasi Inspektorat Provinsi Maluku Utara yang diterimah Polres Halbar itu belum pasti.

“Jadi, sejauh ini sudah ada gambaran. Namun belum bisa diekspos karena hasil audit investigasi dari Inspektorat Malut pun belum pasti,

Jadi kita bakal mengkaji lebih dalam lagi, terkait penetapan tersangka nanti setelah kerugian negaranya sudah ada kami bakal ungkapkan siapa tersangka dalam kasus ini,”Katanya.

Elvin mengaku, laporan lengkap audit investigasi dari Inspektorat Malut yang diterima pihak Polres Halbar pada Senin 8 Maret 2021 itu belum pasti sehingga untuk sementara pihaknya masih menunggu investigasi lebih lanjut dari Inspektorat Malut.

“Laporan lengkapnya sudah disampaikan kemarin dan untuk saat ini hampir keseluruhan dipaparkan, tapi nanti kami tunggu Inspektorat melakukan investigasi lagi, finalnya sekitar sebulan atau dua bulan lagi,”paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi hukum Abdul Kadir Bubu menyoroti terkait lambannya penetapan tersangka dalam kasus tersebut oleh Polres Halbar. Pasalnya hingga saat ini kasus tersebut terbilang cukup lama mangkrak di meja penyidik Polres Halbar.

“Inspektorat sudah serahkan hasil audit investigasi maka Polres Halbar tidak terlalu susah Untuk penetapan tersangka, kalau keterangan Polres Halbar bahwa penetapan tersangka menunggu satu sampai dua bulan kedepan baru bisa itu terlalu lama karena proses penyelidikan oleh Polres Halbar tidak terlalu rumit, sebab secara administratif sudah disiapkan oleh Inspektorat Provinsi Maluku Utara,” jelas Dade Sapaan akrab Abdul Kadir Bubu.

Dade menyebutkan hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi merupakan langkah yang sudah clear secara administratif dan tidak dapat diperbaiki lagi oleh pihak penegak hukum (Polres Halbar).

“Hasil audit investigasi Inspektorat itu sudah mengarah pada kerugian keuangan daerah atau keuangan negara makanya itu direkomendasikan ke Polres yang merupakan petunjuk nyata dan menjadi bahan untuk Polres untuk mendalami,oleh karena itu tidak boleh terlalu lama harus ada progres,”pungkasnya.

Dosen Fakultas Hukum Unkhair Ternate ini mengungkapkan selama ini Polres Halbar beralasan Melakukan penyelidikan serta pengumpulan informasi dan barang bukti, kini Inspektorat Provinsi telah menyediakan informasi yang dibutuhkan Polres Halbar, olehnya itu secepatnya untuk ditindaklanjuti hingga ke penetapan tersangka.

“Kalau sampai saat ini Polres masih berbelit terus selama tiga tahun Polres buat apa, kan sudah diperkuat dengan hasil temuan Inspektorat Provinsi, jadi sudah cukup dalam melakukan pendalaman segera Penetapan tersangka dalam waktu dekat, tidak perlu berbelit-belit karena hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi itu melengkapi berkas dari Polres Halbar, jadi kasus tersebut saya pikir sudah selesai karena hasil investigasi Inspektorat Provinsi sudah ada segera ditetapkan tersangka,”Tegas Dade.

Sebelumnya Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara Nirwan M.T Ali menyampaikan, hasil Audit Investigasi secara keseluruhan sudah diserahkan ke Polres Halbar dan mengarahkan pihak wartawan mengkonfirmasikan langsung ke Polres Halbar

“Nanti konfirmasi ke Polres Halbar karena Inspektorat itu diminta hanya menyajikan data, sesuai dengan peruntukan atau tidak itu ranah Polres, intinya Inspektorat sudah secara resmi telah menyerahkan apa yang di potret oleh Inspektorat dan sudah diserahkan ke Polres Halbar,” pungkasnya.

Perlu diketahui kasus dugaan penyalagunaan dana hibah KNPI Halbar, versi Manase Mouw dan Harun Bahrudin ini diduga mengkuras anggaran sebesar Rp 350 juta pada tahun 2017. Berdasarkan data yang dihimpun sebelumnya hasil yang dikantongi penyidik tipikor pada bulan September tahun 2019 dengan melakukan penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan, yakni laporan pertanggungjawaban yang mestinya dilakukan pada Januari 2018, namun Molor dan baru disampaikan pada Maret 2019, sejumlah alat bukti telah dikantongi penyidik, diantaranya, SK pengangkatan, Dokumen Proposal yang diajukan ketua lama dan baru, kemudian proposal dengan jumlah 550 juta dan 350 juta rupiah, surat perintah membayar, SP2D dan kwitansi dari Akomodasi biaya penginapan dan Hotel, fotocopy ATK, serta Keterangan 11 orang Saksi. (Tim)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Halbar Bakal Jadi Tempat Pengembangan Lumbung Ikan Nasioanl

Sab Mar 13 , 2021
POLRES HALBAR JAILOLO – Dugaan kasus korupsi dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Barat (Halbar) Versi Manase Mou yang ditangani Polisi Resort (Polres) Halbar nampak belum ada titik terang, padahal kasus yang ditangani dari tahun 2018 ini sudah mendapat rekomendasi hasil audit investigasi dari Inspektorat Provinsi Maluku Utara […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!