Lima Desa di Sulabesi Selatan Tahun ini Bakal Miliki Pustu

ilustrasi
ilustrasi

SANANA – Sebanyak lima desa di Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) bakal miliki Puskesmas Pembantu (Pustu).

Pustu yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat ini, rencananya dibentuk di tahun anggaran 2021 ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Fuata, Julkifli dalam rapat koordinasi dan revitalisasi tahun 2021 di Puskesmas Fuata, Jumat (29/01/2021) menjelaskan, untuk tiap-tiap Pustu yang dibentuk akan ditempatkan sebanyak 3 orang tenaga kesehatan (Nakes).

“Untuk masing-masing desa direncanakan tiga orang nakes dan jadwalnya secara bergilir. Terdapat tiga sektor Pustu meliputi Desa Sekom, Desa Waigay dan Desa Wainib, sementara Desa Fuata dan Waitamua akan di pantau langsung oleh petugas kesehatan puskesmas induk,” terangnya.

Pustu di desa-desa bukan hal baru, namun kata Julkifli berdasarkan evaluasi tahun 2020 banyak pelayanan Pustu di desa tidak efektif sehingga di tahun 2021 harus efisien dan lebih kondusif lagi.

“Sementara sisi lain dengan minimnya pelayanan Pustu juga sebabkan penekanan terhadap angka kematian ibu hamil tidak terakumulasi oleh pihak kesehatan, sehingga penting dan perlunya untuk ditekankan puskesmas pembantu di tiap-tiap desa itu harus ada supaya ibu hamil yang mau melahirkan dapat di bantu oleh pihak kesehatan,” tutupnya mengakhiri.

Rapat koordinasi yang juga menghadirkan narasumber dr. Siti Fathia Sapsuha selaku dokter umum penanggung jawab Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) ini, turut menjabarkan tujuan dari pembentukan Pustu.

Menurut dr. Siti, ada tiga hal yang menjadi tujuan dibentuknya Pustu, diantaranya yang pertama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia nakes dalam melaksanakan pelayanan, kedua, mengaktifkan dan memaksimalkan pelayanan Pustu wilker terjauh dan kesulitan akses menuju pusat kesehatan, dan ketiga untuk yang khusus kepada bidan yakni emergency kebidanan.(mg1)

Pos terkait