DP3A Halbar Dukung Penerapan Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Fransiska Renjaan

JAILOLO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Halmahera Barat (Halbar) memastikan penerapan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual secara resmi telah diterapkan.

Pemberlakuan hukuman ini, menindaklanjuti adanya edaran terbaru dibulan Desember 2020, tindaklanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) nomor 70 tahun 2020 tentang cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemberian tentang rehabilitasi identitas pelaku kekerasan anak.

Kepala DP3A Fransiska Renjaan, Selasa (12/01/2021) diruang kerjanya menjelaskan, penerapan hukuman ini sebagai langkah awal bakal dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar diketahui.

Penerapan hukuman tersebut juga tidak serta merta langsung diberikan kepada para pelaku seksual terhadap anak. Akan tetapi berdasarkan UU ada klasifikasi khususnya bagi pelaku katagori residivis atau berulang kali melakukan perbuatanya itu.

“Jadi kemungkinan tidak berlaku menyeluruh, tapi lebih kepada pelaku yang sudah berulang kali melakukan perbuatan yang sama. Tapi ini juga ranah penegak hukum dalam hal menjalankan ketentun ini,” jelasnya.

Fransiska mengatakan, pihaknya menyambut baik penerapan hukuman tersebut apalagi di wilayah Halbar yang berdasarkan angka kejahatan seksual terhadap anak tergolong tinggi. Dimana, hukuman kebiri ini juga tentunya sebagai efek jera bagi pelaku.

“Jadi kalau hanya sebatas hukuman penjara tentunya tidak ada efek jera. Jadi harus ada hukuman lebih berat lagi salah satunya hukuman suntik kebiri,” tandasnya.

Fransiska menambahkan, kejahatan seksual terhadap anak ini salah satunya menyangkut ketersediaan sumber daya manusia(SDM). Jika dilihat kasus kekrasan terhadap anak hingga kejahataan seksual ini tergolong banyak, hanya saja tidak dilaporkan oleh masyarakat.

Contoh kasus kata dia, pemerkosaan bocah 6 tahun di Kecamayan Loloda yang kejadianya sejak Desember 2020 kemarin dan baru terungkap setelah dilaporkan ke DP3A yang sempat memfasilitasi keluarga korban untuk dilaporkan ke Polisi.

“Yang pasti setiap kasus mengenai kekerasan terhadap anak, kami DP3A siap mengawal bukan hanya penjatuhan hukuman bagi pelaku tapi juga korban yang alami trauma,” pungkasnya.(rrm)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terungkap, Honor Penyuluh Pertanian di Halbar Habis dipakai Untuk Pameran

Rab Jan 13 , 2021
JAILOLO – Keresahan para Penyuluh Pertanian di Kabupaten Halmahera Barat terkait Honor dan Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) pada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Dinas Pertanian Halbar tahun 2019 yang belum terbayar akhirnya terbongkar saat hearing bersama di gedung DPRD Halbar, Senin (11/01/2021). Kepala Dinas Pertanian Halbar, Tutari Balatjai mengaku anggaran […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!