Warga Keluhkan Jaringan Telekomunikasi di Sulabesi Selatan

ilustrasi
ilustrasi

SANANA – Warga tiga desa di wilayah Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mulai dibuat resah akibat gangguan jaringan telekomunikasi yang “lelet”. Bahkan sering hilang sinyal.

Akibatnya, sejumlah kebutuhan pemerintahan, giat belajar siswa dan kebutuhan keseharian masyarakat untuk memperoleh informasi harus terhambat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penelusuran maluttimes.com, ketiga desa itu yakni, Desa Fuata, Waitamua dan Desa Wainib. Mereka mengeluhkan hampir tiga pekan terakhir akses jaringan terganggu.

“Kita di sini (Desa Fuata) cari sinyal (yang bagus) untuk telepon saudara yang jauh dari jangkauan itu musti siap mati. Karena kenapa? kita harus lari ke gunung, kadang naik ke atas pohon bahkan lari ke desa-desa yang ada jeringan yang bagus. Kendati itu dengan kondisi apapun kita harus lakukan meski keselamatan kami jaminannya,” kata Muslim (44) salah seorang warga Desa Fuata, kepada maluttimes.com, Minggu (13/12/2020).

Menurut dia, jika akses internet 4G tak berfungsi bukan satu masalah asalkan sinyal telepon seluler jangan ikut tergangu.

“Supaya kita bisa komunikasi dengan saudara, teman bahkan adik-adik kita yang berkulia di luar daerah seperti di Ternate tidak putus,” tuturnya.

“Apalagi katorang (kita) di Fuata ini pusat kecamatan harusnya ini diperhatikan, tapi ini jeringan telkomsel saja kadang hilang timbul tenggelam kaya (seperti) arus saja,” sambung Muslim dengan nada kesal.

Hal sedana juga dikeluhkan warga Desa Waitamua dan Desa Wainib. Mereka meminta agar Pemerintah segera menangani masalah jaringan telekomunikasi yang mereka alami saat ini.(mg1)

Pos terkait