Basri Salama Janji Sekolahkan Remaja Putus Sekolah

Kampanye Paslon BAGUS di Kekurahan Indonesiana, Kota Tikep
Kampanye Paslon BAGUS di Kekurahan Indonesiana, Kota Tikep

TIDORE – Persoalan ekonomi menjadi salah satu alasan, mengapa banyaknya remaja di Maluku Utara termasuk di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tak dapat mengeyam bangku sekolah.

Problem Sumber Daya Manusia (SDM) ini pun mendapat perhatian serius calon Wali Kota Tikep nomor urut 1, Basri Salama.

Bacaan Lainnya

Basri yang berpasangan Muhammad Guntur Alting (BAGUS) ini berjanji, jika terpilih nanti, mereka berdua akan menyekolahkan generasi muda yang putus sekolah, bahkan hingga ke perguruan tinggi.

“Tak perlu khawatir, generasi milenial yang lulus SMA SMK dan sederajatnya, jika tidak mampu dibiayai oleh orang tua, BAGUS siap menyekolahkan,” ujar Basri saat berkampanye di Kelurahan Indonesiana, Jumat (20/11/2020) malam.

Mantan senator dapil Maluku Utara ini menuturkan, jika persoalan SDM diperhatikan, maka pertumbuhan ekonomi yang melibatkan generasi usia 15-30 tahun bisa terwujud. Generasi muda bisa membangun perekonomian melalui pembukaan lapangan kerja, yang itupun harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

“Seperti ada yang bikin tempat selfi di Bukit Lona, Bukit Kalaodi, Gurabunga maupun membuka café-café kecil. Ini merupakan generasi yang mampu menciptakan ide dan gagasannya,” papar Basri.

Menurut Basri, dengan ide dan gagasan itu, para milenial tidak bisa disogok dengan fasilitas-fasilitas yang dikerjakan dari pemerintah. Inilah yang menyebabkan sebagian generasi mencari hidup di tempat lain.

Dia juga berjanji akan menciptakan ruang ekonomi baru, seperti di Kota Mabopo, Tomagoba, Indonesiana maupun Tuguwaji.

“Inilah kebijakan-kebijakan daerah yang nantinya memberikan fasilitas kepada mereka, supaya aktifitas ekonominya berjalan, dan kreatifitasnya mampu dikelola dengan baik. Kalau kita kelola potensi-potensi SDM generasi milenial dengan benar, agar mereka tidak lagi menggantungkan kepada orang tua, tetapi mereka sudah bisa menciptakan kerja sendiri dengan kemandirian maupun kreatifitasnya,” ujarnya.(len)

Pos terkait