Proyek IPAL di Desa Gamnyial diduga Bermasalah

Kades Gamnyial, Leonarto Kota

JAILOLO – Pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Desa Gemnyial, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) diduga bermasalah.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBD tahun 2018 senilai Rp464 juta itu diduga tidak sesuai gambar dan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Harusnya dibangun 4 unit MCK namun yang realisasi lapangan hanya 1 unit MCK yang berlokasi di RT01 desa setempat.

“Proyek IPAL 2018 yang dikerjakan oleh kontraktor dan Pejabat Kades Yosep Budo tidak jelas dan tidak tuntas,” kata salah seorang warga Desa Gamnyial saat ditemui, Rabu (18/11/2020).

Warga yang enggan namanya dipublis ini juga mengatakan, warga sekitar lingkungan pembangunan IPAL keluhkan aroma tak sedap.

“Setiap hari warga di seputaran IPAL mencium bau busuk,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, masyarakat mempertanyakan tugas dan tanggungjawab Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebab tidak pernah meminta pertanggungjawaban mantan Pejabat Kades terkait proyek tersebut.

“BPD tidak berfungsi karna banyak proyek tidak beres dikerjakan oleh Pj Kades Yosep Budo. Kami meminta polisi dan jaksa harus turun periksa proyek IPAL di Gamnyial ini,” pintanya.

Menanggapi hal ini, Kades Gamnyial Leonarto Kota saat dikonfirmasi via handphone membenarkan ada proyek IPAL tersebut. Namun, ketika progres pekerjaan tidak tuntas dikedirinya saat itu belum menjadi Kades defenitif.

“Saya cuma tahu ada proyek IPAL di RT 01, namun anggaran dan RABnya saya tidak tahu pasti,” tuturnya.

Leonarto juga menyampaikan, ada pinjaman batu tela sebanyak 700 buah di sekolah PAUD oleh pihak ketiga untuk pembangunan namun sampai saat ini belum diganti.

“Karena pihak ketiga tidak ganti tela PAUD 700 buah, maka saya beli ganti pakai uang proyek pembangunan sekolah PAUD,” ungkap pria yang akrab disapa Leo ini.

Ketua DPC APDESI Sahu Timur ini juga mengemukakan, apapun mekanisme proyek harus diketahui BPD dan masyarakat.

“Kalau proyek sudah selesai dikerjakan, BPD dan masyarakat harus tahu dan harus ada agenda peresmian oleh Pemdes setempat atau pemerintah kecamatan,” cetusnya.

Oleh karena itu, ia meminta BPD dan masyarakat terus mengawal seluruh proyek yang masuk di desa, baik yang bersumber dari APBN, APBD maupun APBDes.

“Tugas BPD hanya tiga yaitu mengawasi, menetapkan anggaran dan membuat Perdes. Jadi BPD harus proaktif dalam mengawal program,” pungkasnya.(rrm)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PAW Empat Anggota DPRD Halbar direncanakan Desember 2020

Jum Nov 20 , 2020
JAILOLO – Pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Desa Gemnyial, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) diduga bermasalah. Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBD tahun 2018 senilai Rp464 juta itu diduga tidak sesuai gambar dan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Harusnya dibangun 4 unit MCK namun yang realisasi lapangan hanya […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!