Insentif Tenaga Medis Penanganan Corona Halbar Belum Dibayarkan

Direktur RSUD Jailolo, Syafrullah Radjilun

JAILOLO – Puluhan tenaga medis untuk penanganan corona (Covid-19) di RSUD Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) belum terima insentif. Sementara penetapan tenaga medis untuk penanganan Covid-19 sudah berjalan sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

Belum diketahui secara pasti penyebab tim medis belum dibayarkan insentifnya. Hanya saja, Direktur RSUD Jailolo, Syafrullah Radjilun menyatakan, sudah mengusulkan klaim anggaran insentif tahap pertama tenaga medis penanganan Covid-19 tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Halbar.

“Usulannya sudah disampaikan untuk tahap pertama. Soal berapa besar klaim insentif yang akan dicairkan, yang lebih mengetahui itu pihak Dinkes.Tapi saat ini proses tahap pertama belum terealisasi,” ujar Syafrullah ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2020).

Ia menyatakan, total besaran dana insentif tahap pertama ini bervariasi berdasarkan penanganan jumlah pasien di RSUD Jailolo.

“Usulan dana insentif tenaga medis yang menangani pasien ini bervariasi dari 200-300 juta berdasarkan hasil verifikasi RSUD, yang telah diserahkan ke Dinkes sejak bulan Maret untuk dicairkan,” ucapnya.

Syafrullah mengemukakan, klaim dana insentif ini tentu mengacu pada pedoman pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes/KMK) Nomor: HK.01.07/MENKES/278/2020.

Dimana, pemberian insentif ini juga ada klasifikasi tim medis seperti, dokter spesialis, dokter umum, petugas medis dan non medis yang menangani pasien. “Telah diajukan disertai nomor rekening tenaga medis yang nantinya dicairkan oleh Dinkes,” cetusnya.

“Pengajuan intensif ini juga berdasarkan hari rawat pasien, klasifikasi petugas dan ketetapan petugas. Kemudian diverifikasi dan diajukan. Nantinya tim dari Dinkes kemudian melakukan pembayaran. Yang pasti klaim intensif ini mengacu SK Gubenur Malut sehingga tidak sampai ke pusat, hanya sampai ke Dinkes saja yang nantinya melakukan pembayaran,” sambung Syafrullah.

Berdasarkan data penanganan pasien oleh RSUD, lanjut Syafrullah, pasien yang ditangani sejak Maret-Juni 2020 berjumlah 25 pasien. Kemudian pada Juli-Agustus 2020 berjumlah 25 pasien. Sedangkan September 2020 sebanyak 24 pasien dan pada Oktober 2020 ada 21 pasien.

“Yang rata-rata dinyatakan reaktif. Sedangkan yang terkonfermasi Covid-19 melalui Dinkes. Yang pasti selama ada penanganan pasien covid tetap ada klaim dari RSUD,” ungkapnya.

Syafrullah menambahkan, untuk besaran pembayaranya yang mengetahui secara pasti hanya dari dinkes.

“Untuk realiasi pembayaran kami juga belum tau pasti melalui sektor anggaran belanja apa. Tapi informasinya melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK),” pungkasnya.(rrm)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perda PPA disahkan, Fospar : Perlu Adanya Sosialisasi Intens

Kam Nov 5 , 2020
JAILOLO – Puluhan tenaga medis untuk penanganan corona (Covid-19) di RSUD Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) belum terima insentif. Sementara penetapan tenaga medis untuk penanganan Covid-19 sudah berjalan sejak pertengahan Maret 2020 lalu. Belum diketahui secara pasti penyebab tim medis belum dibayarkan insentifnya. Hanya saja, Direktur RSUD Jailolo, Syafrullah Radjilun […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!