Polisi Berhasil Bekuk Buronan Lapas Jailolo

JAILOLO – Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Pepatah ini pantas dialamatkan kepada Supriadi alias Ferdi (27) warga binaan Lapas Kelas II B Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) yang melarikan diri pada 14 Oktober 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Betapa tidak, setelah pihak Lapas Kelas II B Jailolo mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO), melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Jailolo Selatan berhasil mengakhiri mengakhiri pengejaran itu. Supriadi dibekuk di Desa Tuniku, Kecamatan Jailolo Selatan, Senin (02/11/2020).

“Jadi penangkapan buron Lapas Jailolo (ini) berdasarkan dari informasi Kades Toniku, dimana ada seorang laki-laki yang dicurigai dan memiliki ciri-ciri dengan orang yang masuk dalam DPO berada di salah satu rumah warganya,” ungkap Ipda Ikra Patamani, Kapolsek Jailolo Selatan, ketika dikonfirmasi, Senin (02/11/2020).

Dari informasi itu, lanjut Kapolsek, Bhabinkamtibmas Bripka Ismit Mahmud dibantu anggota PJR Lantas Polda Malut langsung bergerak cepat menuju sasaran tepat dirumah salah satu warga dan berhasil mengamankan buron tesebut kemudian digiring ke Mapolsek Jailolo Selatan.

“Setelah diamankan, Supardi langsung dijemput pihak Lapas Jailolo guna menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II B Jailolo,” terangnya.

Sekedar diketahui, kronologis kaburnya narapidana kasus penipuan dan penggelapan ini, awalnya meminta izin kepada petugas Lapas untuk menjemput kiriman handphone dari Ternate di kapal Feri, dan diizinkan dengan pengawalan petugas Lapas.

Namun sesampainya disana, tepatnya Pelabuhan Penyebrangan Sidangoli, Supardi mengelabui petugas Lapas dan berhasil melarikan diri.

Supardi alias Ferdi merupakan tepidana kasus penipuan dan penggelapan dengan Nomor Register BI/18/2020, hukuman pidana 1 tahun 6 bulan penjara.(mg3)

Pos terkait