Listrik Pabrik Es diputus PLN, Pedagang Ikan Geruduk DPRD Tikep

TIDORE – Puluhan pedagang ikan dari Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kelurahan Goto, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Senin (26/10/2020) pagi, mendatangi Kantor DPRD Tikep, lantaran listrik pabrik es diputus petugas PLN.

Bacaan Lainnya

Pedagang menyoal tunggakan tagihan listrik yang belum dilunasi sebagai penyebab pemutusan aliran listrik ke pabrik es di PPI.

Pedagang merasa dirugikan, karena kebutuhan es untuk menjaga kesegaran ikan selama ini hanya diperoleh dari pabrik tersebut.

Sebelumnya, masa pedagang yang mayoritas kaum ibu ini berdemo dengan membawa ikan mentah dari pasar menuju kantor Wali Kota Tikep sekitar pukul 08.00 WIT. Mereka ingin menunjukan ikan yang sudah tidak layak dikonsumsi ke Pemkot Tikep sebagai akibat dari pemutusan listrik selama 5 hari terakhir.

“Kalau listrik tidak menyala ikan tidak bisa beku, maka puluhan ikan akan rusak samua dan kami buang ikan serta tidak bisa makan lagi,” teriak Ajawia Ibrahim salah satu pedagang ikan.

Ajawia dan pedagang lainnya meminta agar pemerintah mengganti kerugian yang dialami, kalau tidak maka segera membayar tunggakan listrik.

“Karena selama ini kami bayar,” ungkapnya.

Keluhan senada disuarakan Sarni Hasan yang juga pedagang ikan. Dia mengungkapkan, selama ini pedagang ikan i PPI Goto dalam 1 bulan memberikan kontribusi ke daerah sebesar Rp 30 juta, itu pun masih dalam bentuk pembayaran pada pabrik es.

“Setiap bulan itu pedagang di PPI Goto sumbang ke daerah Rp 30 juta itu masih es, lalu uang itu dimana? listrik di PPI Goto itu BUMD Aman Mandiri dan /engusaha Cina juga sudah bayar, tapi Pemda belum bayar karena duit sudah habis, terus uang 30 juta per bulan itu dimana?,” kata Sarni.

Menyikapi tuntutan tersebut, dihadapan sejumlah anggota DPRD Tikep, Pj. Sekda Tikep, Miftah Baay mengatakan akan menyelesaikannya.

“Saya pastikan sebentar sore nanti, listrik di PPI Goto sudah menyala,” ungkap Miftah.

Mendengar pernyataan Sekda, pedagang pun membubarkan diri.(len)

Pos terkait