Transformasi Politik MHB-GAS

Oleh : Ahlan Mukhtari Soamole

(Mahasiswa Pascasarjana UMI Makassar/ Pegiat Belajar Filsafat)

 

Merajut kepemimpinan pada abad kontemporer tak hanya bertumpu pada kekuasaan semata sudah banyak fenomena kepemimpinan otoritas despotik runtuh karena kekuasaan otoriter atau kepemimpinan berwatak oligark sebagaimana di Negara kapitalisme penuh gejolak demonstrasi rakyat kepada pemerintah.

Kepemimpinan abad kontemporer adalah suatu kepemimpinan multidimensional memunculkan spirit orientasi perubahan mengenai dua hal yakni kepemipinan bertumpu sains dan pembangunan manusia. Kepemimpinan sains menuntun praktik kepemimpinan politik dapat membaca fenomena alam mengurai serta menjawab sebab-sebab banjir, tsunami, gempa bumi, ketimpangan, kemiskinan dll. Kepemimpinan sains diharapkan menjadi pemajuan politik karena kemampuan pemimpin memiliki sikap responsif amat cepat tanggap.

Selanjutnya, orientasi kepemimpinan (sikap politik) dalam pembangunan manusia. Peningkatan intelektualitas dan moral warga negara sebagai perwujudan suksesi demokrasi ideal. Problematika masa kini era globalisasi menuntut pengembangan kemampuan skill kompetensi manusia, dalam sinergitas kegiatan terhubung satu sama lain (baca ; masyarakat 5.0 ) kemampuan itu hanya dimiliki bilamana kompetensi dilakukan dapat terpenuhi, selain daripada itu pembangunan manusia melalui pengembangan kompetensi adalah upaya untuk mengurangi populasi pengangguran atau kurangnya lapangan kerja.

Dampak daripada pengangguran berkepanjangan dapat memicu stagnasi pembangunan ekonomi, memicu suatu konflik sosial di antara masyarakat. Populasi pengangguran masih banyak dialami pemuda semestinya angkatan muda itu telah terpenuhi suatu kesejahteraan jiwa dan raga.

Tantangan kepemimpinan masa akan datang ialah menjawab suatu pembangunan manusia, hadirnya bonus demografi pada 2045 di mana berbagai perkiraan menunjukan bahwasannya angkatan muda milineal saat ini lahir semenjak 1980 an-2000 an akan menduduki tongkat estafet kepemimpinan, mengisi ruang kerja dan berperan penting dalam menumbuhkan pembangunan ekonomi, sebaliknya bilamana surplus pengangguran pada 2045 nanti berdampak pada kemerosotan dan keterbelakangan negara. Seyogyanya, keprihatinan terhadap pembangunan manusia amat penting terutama pengembangan kompetensi warga negara dalam memperoleh Ilmu pengetahuan.

Poros Kebangkitan

Program pengembangan sumber daya manusia dilakukan atas beberapa cara pelatihan, pengembangan dan pengawasan hingga memperoleh lapangan kerja merupakan upaya signifikan. Muhammad Hasan Bai- M. Asgar Saleh telah membuat suatu lompatan besar dalam menjawab tantangan globalisasi dihadapi saat ini, program kerja memihak kepada milineal terutama anak muda untuk mengembangkan kompetensi keunggulan agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu programnya yaitu pembangunan balai kerja rakyat setiap kecamatan di Kota Ternate. Proses pengembangan diri mendapatkan kompetensi dilakukan secara terkendali.

Program terinstitusi secara lalngsung melalui koridor daerah menjadi prioritas sebagai penyeimbang segala tindakan politik. Secara memungkinkan kota Ternate dapat menepis pengangguran angkatan muda dan reaktualisasi pengembangan SDM maksimal.

Berdasarkan data 2019 informasi pengangguran tamatan SMA 55,66 persen atau 3.161 orang, Sarjana 1.148 atau 20,21 persen (brindo news, 2020). Sudah semestinya pemajuan politik dapat menunjukan kualitas pembangunan manusia tak hanya dilakukan oleh MHB-GAS melainkan kepada calon walikota/ wakil walikota lainnya, agar supaya dapat memformulasikan ide gagasan substansial dalam pembangunan manusia. Bukankah pembangunan ekonomi akan berhasil tatkala pembangunan manusia berhasil atau dapat dikatakan pembangunan manusia mempengaruhi pembangunan ekonomi.

Dalam UUD 1945 kita temukan tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tolak ukur kemajuan negara apabila masyarakat tercerahkan serta dialektis sebagai bentuk proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Transformasi politik ini merupakan jalan keluar dalam membangun fondasi politik ideal, pembangunan saat ini menjadi nilai suatu kemajuan negara keberhasilan negara dalam pembangunan yaitu menjembatani antara etika politik terhadap dinamika sains dan manusia/kemanusiaan.(***)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Listrik Pabrik Es diputus PLN, Pedagang Ikan Geruduk DPRD Tikep

Sel Okt 27 , 2020
Oleh : Ahlan Mukhtari Soamole (Mahasiswa Pascasarjana UMI Makassar/ Pegiat Belajar Filsafat)   Merajut kepemimpinan pada abad kontemporer tak hanya bertumpu pada kekuasaan semata sudah banyak fenomena kepemimpinan otoritas despotik runtuh karena kekuasaan otoriter atau kepemimpinan berwatak oligark sebagaimana di Negara kapitalisme penuh gejolak demonstrasi rakyat kepada pemerintah. Kepemimpinan abad […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!