Bendahara Camat Maba Utara Tahan Gaji, Para Guru ‘Menjerit’

Syahrul (salah satu guru di SMP Satap Lolasi)
Syahrul (salah satu guru di SMP Satap Lolasi)

MABA – Keluhan tentang penahanan gaji guru di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara nampaknya masih saja terjadi.

Jika sebelumnya persoalan keterlambatan realisasi gaji dituding biangnya ada pada Camat Maba Utara, Marten Luter Salama maka kali ini tudingan yang sama dialamatkan kepada Bendahara Camat Maba Utara, Agus Susanto.

Bacaan Lainnya

Penahanan gaji tanpa alasan yang jelas itu diungkap oleh Syahrul, salah satu guru di SMP Satap Lolasita kepada maluttimes.com, Selasa (13/10/2020).

Dia mengungkapkan, penahanan gaji guru bukan baru kali ini melainkan sudah sering terjadi. Mirisnya, penahanan itu tidak disertai alasan yang jelas.

“Saya dan sebagian guru-guru di Maba Utara belum terima gaji untuk bulan ini. Bahkan ada teman guru saya sudah dua bulan sama sekali belum terima gaji,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran para guru, keterlambatan pembayaran gaji bukan karena kesalahan dari pemerintah daerah melainkan dari pihak pemerintah kecamatan.

Imbasnya, sejumlah guru yang terpaksa meminjam uang di bank untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari terpaksa di-blacklist oleh pihak bank lantaran belum menerima gaji maka cicilan pinjaman pun terlambat dibayar.

“Kami patut menduga gaji kami guru untuk bulan ini dan September kemungkinan besar digunakan untuk keperluan pribadi,” tandas Syahrul.(dan)

Pos terkait