Korlap Aksi Tolak Omnibus Law diusir Ketua DPRD Halbar

Korlap aksi, Kristian Bolekahi diusir oleh Ketua DPRD Halbar, Charles R. Gustan dari ruang hearing

JAILOLO – Aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) berakhir ricuh saat hearing di aula Kantor DPRD Halbar, Senin (12/10/2020).

Kericuhan terjadi ketika Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Kristian Bolekahi yang juga Sekretaris LMND Halbar diusir oleh Ketua DPRD Halbar, Charles R. Gustan dari ruang hearing.

Charles menuduh Kristian telah memperkeruh suasana di dalam hearing antara mahasiswa dan anggota DPRD yang hadir, karena mengangkat persoalan suku yang sudah tentu diluar konteks yang disuarakan masa aksi.

“Itu yang membuat saya langsung usir, saya mengambil keputusan untuk mengeluarkannya dari ruangan sehingga jangan terjadi kegaduhan dalam hearing,” kata Charles.

Selain itu, hearing pun sempat memanas lantaran Ketua DPRD dari PDIP ini dengan lantang menolak tuntutan masa aksi, yang menuntut DPRD Halbar menandatangani petisi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Kami tidak mungkin serta merta menyepakati hal tersebut secara sepihak, karena kami juga dibatasi oleh regulasi, kami berada dibawah tekanan partai,” tegasnya.

Charles bilang, tuntutan masa aksi masih harus dibicarakan melalui rapat internal dewan, tidak serta merta dirinya selaku pimpinan mengambil keputusan sendiri.

“Sementara DPP PDIP menyetujui hal itu. Kalau secara pribadi ya bisa saja, tapi secara kelembagaan itu ada regulasinya, jadi nanti kami lakukan rapat internal DPRD dulu baru kami putuskan,” cetusnya.

Terpisah Kristian saat dikonfirmasi terkait pengusiran dirinya mengaku bila ada kata yang disampaikan olehnya hingga membuat tersinggung Ketua DPRD Halbar adalah hal yang wajar.

Namun menurutnya, tindakan Ketua DPRD tidak mencerminkan sikap seorang negarawan.

“Kalau negarawan sejati, berikan saya kesempatan untuk mengklarifikasi terkait statement saya itu, jangan malah membolak balikkan fakta,” cetusnya.

Lanjut dia, persoalan aksi penolakan UU Omnibus law Cipta Kerja sepatutnya diseriusi oleh lembaga legislatif karena menyangkut hajat hidup rakyat.

“Jangan terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak wajar sehingga mengusir masa aksi dalam ruangan, ini negarawan apa sih. Ini negara demokrasi,” tutup Kristian.

Sekedar diketahui hearing yang berakhir ricuh itu dihadiri Sekretaris Komisi I Joko Ahadi dari Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra Atus Sandiang, Fraksi PAN Dasril Usman, Ketua Fraksi Hanura, Tamin Ilan, Judit Sukawi dari Fraksi PDIP dan Ketua DPRD Halbar Charles R Gustan.(mg1)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Protes Pemangkasan TTP, Ribuan ASN Kota Tikep Demo DPR

Sen Okt 12 , 2020
JAILOLO – Aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) berakhir ricuh saat hearing di aula Kantor DPRD Halbar, Senin (12/10/2020). Kericuhan terjadi ketika Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Kristian Bolekahi yang juga Sekretaris LMND Halbar diusir oleh Ketua DPRD Halbar, Charles R. […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!